Protelindo Menambah Posisi Sekuensial di PT Bakrie Telecom Tbk

PT Protelindo, anak usaha dari Grup Djarum, telah menambah kepemilikan saham di PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) hingga mencapai 10,86%. Aksi ini dilakukan melalui pembelian sekitar 4.84 miliar saham BTEL dengan harga Rp200 per saham. Dengan penambahan tersebut, Protelindo menggelontorkan dana sekitar Rp969,35 miliar.

Protelindo beroperasi di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan merupakan bagian dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yang terafiliasi dengan Grup Djarum. Penambahan saham ini seiring dengan proses konversi kepemilikan obligasi wajib konversi yang dimiliki oleh Protelindo pada anak usaha Bakrie Group. Setelah konversi tersebut diselesaikan, Protelindo tercatat sebagai salah satu pemegang saham BTEL.

Menurut komposisi pemegang saham BTEL, Huawei Tech menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 16,13%. Sementara itu, PT Mahindo Agung memiliki posisi sebesar 13,05%, Bioful 8,21%, Bakrie Global 6,89%, dan Raiffeisen Bank sebesar 5,77%. Selain itu, masyarakat non-warkat mengendalikan sekitar 49,65% atau setara dengan 19,03 miliar saham BTEL. Jumlah saham yang beredar di publik atau free float mencapai 19,03 miliar saham atau sebesar 49,65%. Dalam konteks ini, Protelindo menambahkan kepemilikan saham BTEL dari status saat ini hingga mencapai 10,86%, meningkatkan posisinya di perusahaan tersebut.

Saat ini, ada lima pihak lain yang juga mengonversi obyek wajib konversi (OWK) menjadi saham dalam keterbukaan informasi BEI. Mereka termasuk PT Inti Bangun Sejahtera Tbk dengan 250,81 juta saham, PT Komet Infra Nusantara sekitar 47,36 juta saham, PT Solusi Tunas Pratama Tbk mengonversi 888,12 juta saham, PT Sarana Inti Persada dengan 35,51 juta saham, dan PT Reka Jasa Akses menyebabkan konversi sebanyak 247,50 juta saham. Dengan pelaksanaan konversi tersebut pada 20 Agustus 2026, total saham BTEL mencapai 6,32 miliar.

Aksi ini menunjukkan kedekatan Protelindo dengan Grup Djarum dan juga bertepatan dengan beberapa aksi korporasi lain yang berlangsung di perusahaan tersebut. Ini menjadi bukti kuat bahwa hubungan bisnis strategis antara Grup Djarum dan Bakrie Group terus tumbuh, menjaga posisi mereka di dalam BTEL.

Berdasarkan data ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Protelindo telah mendorong aksi korporasi yang mendukung pertumbuhan dan kemajuan Grup Djarum. Selain itu, peningkatan ini juga memperkuat posisi Grup Djarum di dalam BTEL dan berpotensi menggambarkan proses ekspansi lebih lanjut dari Grup Djarum ke dalam struktur organisasi BTEL.

Dengan terus menambahkan sahamnya, Protelindo berada dalam posisi yang baik untuk memperkuat posisinya di pasar dan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan peningkatan laba bersih BTEL. Ini juga menjadi petunjuk bahwa Grup Djarum telah mengambil langkah penting dalam mencapai tujuan strategis mereka, yaitu menciptakan lebih banyak jaringan dan layanan di sektor telekomunikasi melalui pengembangan dan pertumbuhan dari anak usaha Grup Djarum yang memiliki peran penting.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BTEL
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Senin, 24 Agustus 2026 13:29:58 WIB*