Masuk Masa Book Building, Intip Profil SWAP, Lini Usaha, Kinerja, dan Pemegang Saham

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
ILUSTRASI. IHSG Bertahan Di Zona Hijau (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

KONTAN.CO.ID – PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) menjadi calon emiten baru di sektor kesehatan yang saat ini memasuki tahap book building IPO. Perseroan menawarkan saham dengan kisaran harga Rp130-Rp140 per saham pada periode 24-27 Agustus 2026.

Dalam aksi korporasi ini, SWAP menawarkan maksimal 323 juta saham baru, setara sekitar 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Jika seluruh saham terserap pada harga tertinggi Rp140, perseroan berpotensi memperoleh dana bruto hingga sekitar Rp45,22 miliar. PT Sukadana Prima Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berdasarkan jadwal indikatif BEI, SWAP ditargetkan memperoleh pernyataan efektif pada 31 Agustus 2026, melakukan penawaran umum pada 2-8 September, dan mencatatkan saham di BEI pada 10 September 2026.

Baca Juga: FORU Right Issue Rp27,1 Triliun: Intip Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Profil Singkat SWAP

Keterangan
Detail

Nama perusahaan
PT Swayasa Prakarsa Tbk

Kode saham
SWAP

Sektor
Healthcare

Subsektor
Healthcare Equipment

Bidang usaha
Manufaktur Produk Kesehatan Berbasis Riset

Tahun berdiri
2012

Mulai komersial
2014

Harga book building
Rp130-Rp140

Saham ditawarkan
323 juta saham

Porsi saham
30,30%

Potensi dana bruto
Rp45,22 miliar

Penjamin emisi
PT Sukadana Prima Sekuritas

Periode book building
24-27 Agustus 2026

Rencana listing
10 September 2026

Kantor
Sleman, DI Yogyakarta

Data penawaran tersebut tercantum pada sistem e-IPO dan informasi resmi perseroan.

Baca Juga: PIPA Incar Akuisisi Pengolah Migas: Intip Profil Emiten, Lini Bisnis, dan Kinerjanya
Awal Berdirinya Swayasa Prakarsa

PT Swayasa Prakarsa didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 09 tanggal 12 Januari 2012 dan mulai menjalankan kegiatan komersial pada 2014.

Sejak awal, perseroan dibentuk sebagai wadah untuk mengomersialisasikan hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM). Konsep bisnisnya adalah membawa hasil penelitian dan inovasi dari lingkungan akademik menuju produk yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara komersial.

Saat ini, Swayasa menyebut dirinya sebagai perusahaan yang berfokus pada komersialisasi kekayaan intelektual dan inovasi menjadi portofolio bisnis berskala industri, dengan tiga pilar utama berupa alat kesehatan, farmasi herbal, dan pangan fungsional.

Baca Juga: Profil LPPF: Dividen Rp250 Disetujui, Intip Lini Usaha hi… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Senin, 24 Agustus 2026 12:07:15 WIB*