Penipuan investasi, eksekutif perusahaan Hong Kong rugi HK$74 juta

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
HONG KONG — Seorang eksekutif senior perusahaan yang tercatat di bursa Hong Kong menjadi korban penipuan investasi. Kerugian korban mencapai HK$74 juta dalam kurun waktu dua tahun.

Dikutip dari The Standard, korban berusia 59 tahun dan bukan merupakan warga negara Hong Kong.

Ia menjadi sasaran sindikat penipu sejak awal 2024. Awalnya, pelaku menyamar sebagai eksekutif senior sebuah bank swasta di Inggris.

Sindikat tersebut menawarkan investasi green bond dengan imbal hasil yang tinggi. Untuk membangun kepercayaan, pelaku membayar dividen palsu lebih dari HK$4,5 juta.

Korban akhirnya yakin bahwa investasi tersebut benar, sebelum pelaku menghilang.

Penipuan bermula pada Januari 2024. Awalnya, korban menerima panggilan telepon dari nomor dengan kode negara Inggris, +44.

Penelpon mengaku sebagai eksekutif senior sebuah bank swasta Inggris. Ia menawarkan green bond dengan bunga tetap dan terkait ekuitas.

Korban kemudian terus berkomunikasi dengan pelaku dan beberapa rekannya. Komunikasi dilakukan melalui telepon internasional dan alamat email.

Alamat email tersebut dibuat menyerupai domain lembaga keuangan yang sah. Cara tersebut digunakan untuk meyakinkan korban bahwa investasi tersebut resmi. Hingga pada akhirnya, korban membuka rekening investasi sesuai dengan arahan sindikat.

Pada periode Februari hingga Desember 2024, korban melakukan tujuh kali transfer, dengan total mencapai 5 juta poundsterling.

Dana tersebut dikirimkan dari dua rekening bank korban di Hong Kong. Seluruh dana tersebut masuk ke rekening bank Inggris yang dikendalikan oleh sindikat.

Sindikat kemudian menjalankan skema pembayaran untuk mempertahankan kepercayaan korban.

Setelah itu, pelaku memberikan pembayaran dividen secara berkala. Selama periode April 2024 hingga April 2025, korban menerima 43 pembayaran dividen.

Total pembayaran mencapai sekitar 350.000 poundsterling. Pembayaran tersebut membuat korban kembali menambah investasinya.

Pada April 2025, ia mentransfer tambahan 1 juta poundsterling dalam dua transaksi. Dua bulan kemudian, sindikat kembali memberikan pembayaran dividen, yang bernilai sekitar 80.000 poundsterling.

Namun, pembayaran dividen berhenti setelah Juni 2025. Ketika korban menanyakan dana yang belum diterima, pelaku memberikan berbagai alasan.

Sindikat kemudian meminta korban melakukan tiga transfer tambahan. Total transfer tersebut mencapai 1 juta poundsterling, yang dilakukan selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Pelaku mengatakan dana t… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 22 Agustus 2026 11:00:00 WIB*