Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, dipimpin oleh kenaikan signifikan saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) dan aliran dana asing yang masuk pasar modal Indonesia.
Saham CSMI memimpin top gainer dengan kenaikan harga sebesar 34,68 persen menjadi Rp167 per saham, diikuti oleh PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) yang naik 23,81 persen ke Rp182 per saham, serta PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang menguat 17,07 persen di Rp96 per saham, menurut IDXChannel.
Indeks ditutup pada posisi 6.525, naik 0,37 persen atau 24,10 poin. Nilai total transaksi pasar saham mencapai Rp8,96 triliun dengan frekuensi 1,35 juta kali transaksi dan volume perdagangan 26,65 miliar lembar saham, sebagaimana dilaporkan oleh idnfinancials.com.
Aliran dana asing menunjukkan pembelian bersih senilai Rp362,65 miliar, meskipun volume transaksi asing mencatatkan penjualan bersih 449,01 juta lembar saham.
Sektor industri dan energi menjadi penggerak utama penguatan indeks dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,87 persen dan 0,82 persen. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan transaksi tertinggi senilai Rp1,23 triliun dengan kenaikan harga 4,21 persen, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 2,55 persen dengan transaksi Rp1,13 triliun.
IHSG juga mendapat dukungan dari analisis teknikal yang menunjukkan tren bullish, dengan potensi penguatan hingga level resistance 6.631, menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia. IHSG diprediksi mampu melanjutkan pemulihan selama level support di 6.300 hingga 6.350 terjaga.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan, “Diperkirakan jika IHSG bertahan di atas level MA100, maka berpotensi akan menguji level berikutnya di 6.600 serta berpotensi menutup gap di 6.700. Namun perlu diwaspadai sentimen negatif eksternal dan menjelang akhir pekan.”
Ratna Lim juga mengomentari kenaikan yield US-Treasury yang dapat memicu biaya pinjaman perusahaan meningkat dan menekan laba, “Selain itu, juga akan berpengaruh terhadap penurunan laba perusahaan jika kenaikan yield berlangsung lama, sehingga menghambat laju indeks bursa saham yang sedang bullish,” ujarnya.
Perubahan aturan BEI terkait batas minimum harga saham dan klasifikasi auto rejection juga sedang diuji coba mulai 22 dan 29 Agustus 2026, dengan target implementasi pada 7 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas pasar.
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 22 Agustus 2026 09:18:56 WIB*