PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), atau biasa dikenal sebagai BRI, berhasil menjadi penerima net buy saham terbesar dari investor asing sepanjang periode 3 hingga 21 Agustus 2026. Data tersebut dikutip dari Investor Daily dan dirilis melalui aplikasi Stockbit Sekuritas.
BBRI mencatatkan net buy asing senilai Rp 1,61 triliun selama periode tersebut, melebihi saham lain seperti BCA dan TINS. BBNI juga menemukan kenaikan, namun net buy asingnya tidak sebesar BBRI, dengan total nilai Rp 231 miliar.
Pencapaian ini jauh berbeda dengan periode sebelumnya, di mana saham BBRI mengalami net sell asing sebesar Rp 1,44 triliun. Di luar itu, BBRI juga mencatatkan kenaikan harga 2,87% pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, menjadi Rp 3.230.
Pengamat dari KB Valbury Sekuritas, yang mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI, memberikan target harga sebesar Rp 4.010, menggunakan model Gordon Growth Model (GGM). Ini setara dengan rasio price to book value (P/B) sebesar 1,8 kali untuk proyeksi tahun 2026.
Saham ini menunjukkan valuasi yang rendah pada P/B 1,2 kali, dibawah standar deviasi -2. Potensi positif bagi saham BBRI meliputi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari ekspektasi dan penyesuaian imbal hasil kredit yang moderat.
Namun, risiko juga dapat ditemui, seperti pertumbuhan kredit yang kurang dari ekspektasi, rasio biaya terhadap pendapatan yang tinggi, dan sentimen negatif domestik serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BBRI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 22 Agustus 2026 09:20:35 WIB*