Pada Agustus 2026, dua perusahaan besar di Bursa Efek Indonesia—PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)—dihapus dari Indeks FTSE Russell. Penyebab ini disinyalir dikarenakan dinilai memiliki kinerja yang tidak mencukupi, setelah mereka terdegradasi dalam indeks sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan sentimen negatif terhadap emiten-emiten BUMN dan anak perusahaan BUMN tersebut.
Kinerja ADHI dalam periode Januari hingga Maret 2026 mencapai laba bersih Rp13,8 miliar sampai dengan Rp15,2 miliar. Laba bersih ini melambungkan kenaikan sebesar 149,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), anak perusahaan BUMN dari Bank Rakyat Indonesia (Persero), diperkirakan memiliki pendapatan usaha yang mencapai Rp5 triliun. Meski demikian, ini masih mengalami penurunan sebesar 21% dibandingkan periode Januari hingga Maret tahun lalu.
Rebalancing efektif dilakukan pada penutupan Jumat, 18 September 2026 dan mulai berlaku pada pembukaan Senin, 21 September 2026. Ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan-perusahaan yang terdegradasi dalam indeks ini telah dipertimbangkan oleh FTSE Russell, seiring dengan perkembangan pasar dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** ADHI, AGRO
*Tanggal Source Berita: Jumat, 21 Agustus 2026 19:15:00 WIB*