Samsung Electronics dan SK Hynix Melorot Sebanyak 8 Persen di Pasar Bursa Korea

Saham Samsung Electronics dan SK Hynix terancam anjlok sebanyak 8 persen pada perdagangan Senin (3/8/2026), menurut berita dari media lokal. Kedua perusahaan ini dinilai sebagai raksasa teknologi asal Korea Selatan yang mempengaruhi pertumbuhan pasar AI di kawasan emerging Asia. Pergerakan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terkait ekspansi dan investasi besar-besaran dalam teknologi ini.

Di bagian lain, SK Hynix mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq Amerika Serikat pada tanggal 10 Juli. Pemasukan dana hingga US$29,43 miliar atau sekitar Rp529,1 triliun menjadikan IPO ini sebagai penawaran saham terbesar kedua di dunia setelah SpaceX.

Sementara itu, Samsung belum memberikan komentar tentang rencana pembayaran dividen hingga saat ini. Namun, perusahaan menyatakan bahwa mereka akan melakukan investasi dalam pertumbuhan jangka panjang melalui rencana yang terkait dengan pemegang sahamnya.

Namun, pasar masih merasa tidak nyaman terkait keberlanjutan pengeluaran besar-besaran perusahaan untuk AI, mengingat lonjakan permintaan chip memori bandwidth tinggi (HBM). Proyek ini penting dalam sistem AI dan pusat data.

Dua produsen chip Korea Selatan, Samsung dan SK Hynix terlihat mendapatkan keuntungan dari peningkatan permintaan tersebut, namun masih disertai dengan spekulasi mengenai stabilitas proyeksi industri ini di masa depan. Kejatuhan yang dirasakan oleh kedua perusahaan ini juga menunjukkan dinamika pasar yang sangat sensitif dan volatil.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** Samsung Electronics, SK Hynix

*Tanggal Source Berita: Kamis, 20 Agustus 2026 21:59:45 WIB*