CNMA: Laba Bersih Turun Hingga Rp200 Juta di Semester I-2026

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA), perusahaan bioskop milik PT Cinéma XXI, mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada semester pertama tahun 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa CNMA memperoleh laba bersih sebesar Rp200,99 miliar, turun signifikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp323,97 miliar.

Dalam laporan keuangan perusahaan, pendapatan total CNMA mencapai Rp2,63 triliun untuk enam bulan pertama 2026. Namun, angka tersebut turun dari Rp2,88 triliun pada semester pertama tahun sebelumnya. Penurunan ini berlaku bagi semua aspek bisnis, termasuk penjualan tiket bioskop, makanan dan minuman, serta iklan.

Pendapatan tiket bioskop yang mencapai Rp1,58 triliun turun dari Rp1,80 triliun pada tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan makanan dan minuman menurun menjadi Rp886,34 miliar dari Rp968,02 miliar. Pendapatan iklan melonjak menjadi Rp96,91 miliar dari sebelumnya Rp30,98 miliar, sedangkan pendapatan digital platform turun menjadi Rp57,29 miliar.

Biaya operasi CNMA mencapai Rp2,33 triliun pada semester pertama 2026, menurunkan dari Rp2,44 triliun pada tahun sebelumnya. Beban penayangan film juga turun menjadi Rp792,36 miliar dari Rp898,62 miliar. Sedangkan beban makanan dan minuman mencapai Rp237,54 miliar dari Rp252,94 miliar.

Peningkatan pendapatan iklan dan digital platform tersebut telah membantu laba usaha CNMA turun menjadi Rp307,58 miliar pada semester pertama 2026. Namun, setelah dikurangi dengan beban pajak penghasilan sebesar Rp53,59 miliar, CNMA membukukan laba bersih sebesar Rp200,99 miliar, dibandingkan dengan Rp323,97 miliar pada semester pertama 2025. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp173,05 miliar dari sebelumnya Rp288,56 miliar.

Dari sisi aset, total aset CNMA mencapai Rp6,21 triliun pada 30 Juni 2026, menurunkan dari Rp6,76 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Dengan demikian, keuangan perusahaan bioskop ini terus mengalami peningkatan penurunan di bawah pengawasan investor dan pelaku pasar.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Kamis, 20 Agustus 2026 19:30:12 WIB*