PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), salah satu perusahaan dari keluarga Prasetyo Wijaya, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk melakukan aksi buyback atau pembelian kembali saham. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga saham dan memperkuat kepercayaan pemegang saham. Buyback tersebut akan dimulai pada 20 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 19 November 2026.
Aksi korporasi tersebut dilakukan antara lain untuk mengurangi tekanan jual terhadap saham CBDK di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Selain itu, buyback diharapkan dapat menjaga kepercayaan pemegang saham terhadap nilai fundamental perseroan.
Sementara itu, senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, buyback CBDK senilai Rp250 miliar pada dasarnya belum tentu mengganggu arus kas CBDK secara material. Yang perlu diperhatikan justru adalah fakta bahwa manajemen tampaknya melihat harga saham saat ini sudah berada pada level yang dianggap tidak merefleksikan nilai intrinsik maupun prospek fundamental perseroan. Dari perspektif pasar, buyback berkelanjutan dapat menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan sekaligus membantu mengurangi tekanan suplai saham di pasar.
Namun, efeknya terhadap harga saham tidak otomatis permanen. Jika sentimen terhadap sektor properti dan grup PIK2 secara keseluruhan masih negatif, buyback hanya berfungsi sebagai supporting factor, bukan katalis tunggal untuk membalikkan tren.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** CBDK
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 20 Agustus 2026 17:06:58 WIB*