Pada akhir pekan ini, saham Berkshire Hathaway mencapai level baru setelah mengumumkan peningkatan laba yang signifikan. Fenomena ini terjadi seiring dengan lonjakan kepemilikan saham dan kenaikan kas hingga $360 miliar. Ini telah memuaskan investor dan menambah kepercayaan mereka terhadap perusahaan, yang telah lama dihuni oleh CEO baru Greg Abel.
Berkshire Hathaway telah berakhir pada jual saham selama 14 kuartal berturut-turut untuk pertama kali sejak tahun 2023. Menurut laporan Bloomberg, Berkshire melakukan pembelian bersih sebesar $20 miliar atau setara Rp 20 triliun pada kuartal keempat ini. Kenaikan ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mengubah arah strategis dan mulai beli kembali sementara kepemilikan saham terus meningkat.
Pada sejauh ini, pertumbuhan laba berkaitan erat dengan alokasi besar Berkshire Hathaway ke dua saham kecerdasan buatan. Konsentrasi ini menunjukkan kepercayaan yang meningkat pada teknologi AI sebagai pendorong utama pertumbuhan masa depan. Dengan kepemilikan saham terus bergerak dan laba kuartal yang semakin kuat, investor dapat diharapkan akan mendapatkan manfaat dari strategi ini.
Kenaikan laba juga disambut dengan positif oleh perusahaan aset berbasis teknologi lainnya. Misalnya, BUMI Resources telah mencatat penurunan dalam saham setelah sebelumnya mengumumkan aktivitas investasi yang tinggi melalui pemasaran dan transaksi saham. Namun, ini tidak mengubah fakta bahwa perusahaan aset Berkshire Hathaway kembali membeli saham dan menunjukkan kepercayaan pada strateginya di masa depan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BRK.A, BRK.B
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 20 Agustus 2026 19:34:06 WIB*