Asing Sepekan Jual Rp5,39 Miliar, Saham Naik 40,74 Persen, Siapa yang Jaga GIAA?

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Saham GIAA naik 40,74% ke Rp76. Simak aliran asing, broker pembeli, pergerakan intraday, level support-resistance dan prospek pekan depan.

KABARBURSA.COM – Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjadi salah satu penggerak utama sektor transportasi dan logistik sepanjang perdagangan 10–14 Agustus 2026. Dalam sepekan, saham GIAA melonjak 40,74 persen dari Rp54 menjadi Rp76 per saham.

Kenaikan tersebut ikut menopang IDXTRANS yang menguat 5,29 persen dalam periode yang sama.

Pergerakan GIAA berlangsung sangat agresif. Pada Senin, 10 Agustus, saham ini langsung melesat 33,33 persen ke Rp72 dengan nilai transaksi sekitar Rp115,02 miliar. Sehari kemudian, GIAA kembali naik 6,94 persen ke Rp77 dengan nilai transaksi jauh lebih besar, mencapai Rp237,30 miliar.

Setelah itu harga justru terkoreksi 3,90 persen ke Rp74 pada 12 Agustus dan turun lagi 2,70 persen ke Rp72 pada 13 Agustus.

Dan di akhir pekan, Jumat, 14 Agustus, GIAA kembali menguat 5,56 persen dan ditutup di Rp76. Dengan demikian, total nilai transaksi selama lima hari mencapai sekitar Rp526,07 miliar, dengan volume sekitar 70,45 juta lot.

Volatilitas intraday juga terlihat di hari terakhir perdagangan pekan ini. GIAA dibuka di level Rp72. Meskipun sempat jatuh ke Rp68, namun harga mampu bergerak naik hingga Rp78 sebelum ditutup pada Rp76.

Artinya, rentang pergerakan mencapai Rp10 atau sekitar 14,7 persen dari harga terendah ke tertinggi. Sedangkan harga rata-rata transaksi berada di Rp74.

Pada akhir perdagangan, posisi antrean jual terlihat lebih tebal dibandingkan antrean beli. Total bid yang terlihat mencapai sekitar 3,09 juta lot, sedangkan offer sekitar 5,30 juta lot. Di level Rp78 terdapat offer sekitar 432 ribu lot, sementara di Rp80 mencapai sekitar 449 ribu lot.

Kondisi ini membuat area Rp78–Rp80 menjadi zona yang perlu diperhatikan karena terdapat pasokan saham cukup besar pada level tersebut.

Dari sisi aliran dana asing, kenaikan GIAA justru tidak disertai akumulasi asing secara bersih. Berdasarkan data historis pada 10–14 Agustus, foreign buy tercatat sekitar Rp42,34 miliar, sedangkan foreign sell mencapai Rp47,73 miliar. Dengan demikian, terjadi net foreign sell sekitar Rp5,39 miliar selama sepekan.

Arus asing juga berubah-ubah setiap hari. Pada 10 Agustus, asing mencatat net sell sekitar Rp2,84 miliar. Net sell berlanjut Rp4,37 miliar pada 11 Agustus dan Rp3,93 miliar pada 13 Agustus.

Sebaliknya, asing mencatat net buy sekitar Rp3,23 miliar pada 12 Agustus dan Rp2,53 mil… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 16 Agustus 2026 13:11:00 WIB*