Archer Akuisisi Wisk Aero, Boeing Kini Pegang 16,5% Saham

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Telset.id – Industri eVTOL (electric vertical takeoff and landing) kembali diwarnai konsolidasi besar. Archer Aviation resmi mengakuisisi mantan rivalnya, Wisk Aero, dalam sebuah kesepakatan yang melibatkan Boeing. Sebagai bagian dari transaksi ini, Boeing kini memegang 16,5% saham di Archer.

Kesepakatan ini menandai babak baru yang dramatis bagi kedua perusahaan yang sebelumnya terlibat sengketa hukum panjang. Archer tidak hanya mengakuisisi Wisk Aero, tetapi juga dua anak perusahaan Boeing lainnya, yaitu SkyGrid, perusahaan perangkat lunak manajemen lalu lintas udara digital, dan Insitu, pembuat drone.

Kepemilikan saham Boeing di Archer menjadi sorotan utama dalam transaksi ini. Dengan 16,5% saham, Boeing kini memiliki posisi strategis di perusahaan eVTOL saingannya. Langkah ini menunjukkan bagaimana sektor eVTOL terus berkonsolidasi sambil mencari aliran pendapatan jangka pendek di tengah proses regulasi yang panjang untuk mengoperasikan taksi udara listrik.

Bagi yang belum familiar, Wisk dan Archer memiliki sejarah yang rumit. Pada tahun 2021, Wisk menggugat Archer atas dugaan “pencurian besar-besaran” informasi rahasia dan kekayaan intelektual. Kasus ini berlangsung selama dua tahun sebelum kedua perusahaan mencapai penyelesaian yang tidak biasa, yang tidak hanya mengakhiri gugatan dan tuntutan balik Archer sebesar $1 miliar, tetapi juga mengarah pada kolaborasi baru.

Wisk sendiri memiliki perjalanan yang berliku. Perusahaan ini bermula sebagai Kitty Hawk, sebuah startup penerbangan listrik yang dipimpin oleh Sebastian Thrun, salah satu pendiri Alphabet moonshot factory X, dan didukung oleh salah satu pendiri Google, Larry Page. Kitty Hawk ditutup pada September 2022, tetapi program Cora, yang telah dipisahkan menjadi usaha patungan dengan Boeing, tetap berlanjut. Usaha patungan itulah yang kemudian diubah namanya menjadi Wisk Aero.

Di sisi lain, Joby Aviation juga membuat langkah besar minggu ini dengan mengakuisisi Resonant Sciences senilai $500 juta. Akuisisi ini menandai dorongan pengembang taksi udara listrik tersebut ke sektor pertahanan. Resonant Sciences, yang memproduksi sistem radio frekuensi dan sensor, akan menjadi bisnis pertahanan khusus di bawah Joby dengan nama Joby Defense.

Joby telah perlahan-lahan berekspansi ke sektor pertahanan selama beberapa tahun terakhir, bahkan saat terus mengejar misi awalnya untuk mensertifikasi dan memproduksi pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik untuk digunakan sebagai taksi udara perk… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Senin, 17 Agustus 2026 01:02:23 WIB*