Kenyataan Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing sepanjang pekan ini, yaitu pada 10-14 Agustus 2026.

Investor asing membukukan net buy di saham Bank Rakyat Indonesia di periode tersebut sebesar Rp 306,4 miliar.

Setelah saham BBRI, ada saham PT Timah Tbk (TINS) yang juga banyak diburu asing dengan net buy Rp 222,2 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA di mana net buy asing Rp 221,8 miliar, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI dengan net buy asing Rp 72,1 miliar, serta saham PT Antam Tbk (ANTM) lewat net buy asing Rp 62,5 miliar.

Saham BBRI sendiri sepanjang pekan ini melemah 0,32% tapi asing malah menyeroknya. Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), saham BRI ditutup di zona hijau 0,32% ke Rp 3.120. Sebanyak 118,49 juta saham Bank Rakyat Indonesia ditransaksikan, frekuensi 20.161 kali, dan nilai transaksi Rp 369,76 miliar.

JP Morgan kini memandang positif saham BRI (BBRI), setelah melihat perbaikan signifikan. Rekomendasi saham BBRI di-upgrade dengan target harga moderat.

Berdasarkan riset JP Morgan, BBRI memiliki bisnis kuat di kredit mikro, yang membuat perseroan bisa meraup profitabilitas besar. Namun, BBRI sempat mengalami pemburukan aset, sehingga profitabilitas terhambat.

“Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah,” tulis JP Morgan.

JP Morgan memprediksi konsensus pasar kemungkinan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Terlebih, valuasi BBRI masih murah, sehingga diprediksi bisa menjadi katalis kuat reli saham BBRI.

JP Morgan meng-upgrade saham BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp 3.400. Target harga tersebut berdasarkan PBV wajar 1,2 kali dengan ROE 17,4%, risk free rate 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 15 Agustus 2026 10:56:32 WIB*