Mengetahui tentang peningkatan utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.293,69 triliun hingga kuartal II/2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa sebagian dari dividen perusahaan milik negara (BUMN) akan diarahkan ke kas APBN mulai 2026. Ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkecil defisit fiskal yang semakin besar akibat inflasi dan ekonomi dunia yang tidak stabil. Menurut data Kementerian BUMN, dividen BUMN mencapai Rp142,3 triliun pada 2025 dan diproyeksikan akan kembali meningkat menjadi Rp200 triliun pada tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, yang menunjukkan tren peningkatan dividen BUMN dari Rp43,9 triliun pada 2020 menjadi Rp142,3 triliun pada 2025. Dengan target dividen BUMN mencapai Rp200 triliun pada tahun 2026, Purbaya Sadewa menyatakan bahwa sebagian dari dividen tersebut akan kembali ke kas negara untuk menutupi utang pemerintah yang terus meningkat. Pengelolaan dividen BUMN dilakukan melalui Danantara, sebuah perusahaan milik negara yang berfokus pada investasi dan pengendalian aset.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BUMN
*Tanggal Source Berita: Jumat, 14 Agustus 2026 11:18:08 WIB*