Presiden Prabowo Subianto menargetkan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai angka sebesar Rp200 triliun pada tahun 2026, katakunci ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membebaskan kas negara dari utang yang semakin tinggi. Dengan peningkatan dividen, diharapkan dapat menjadi cadangan fiskal untuk menutupi utang negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan bahwa dividen perusahaan milik negara (BUMN) dapat mencapai angka sebesar Rp200 triliun pada tahun 2026. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membebaskan kas negara dari utang yang semakin tinggi.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun pada tahun 2026. Angka tersebut diproyeksikan naik empat kali lipat dari 2024. Namun, perhitungan ini tidak mempertimbangkan penyertaan modal negara (PMN), artinya kontribusi BUMN kepada negara semakin besar tanpa adanya tambahan modal dari pemerintah melalui APBN ke BUMN.
Untuk memahami besarnya kontribusi BUMN, Presiden Prabowo menegaskan, kontribusi BUMN dari dividen perlu dihitung secara bersih. Jadi untuk setoran dividen BUMN ke negara sebelumnya perlu melihat PMN yang diterima juga oleh BUMN.
Misalnya pada 2024, keuntungan yang dihasilkan BUMN Rp186 triliun dengan dividen yang dihasilkan Rp85,5 triliun. Namun jika dikurangi PMN yang telah diterima BUMN dari APBN, maka dividen bersihnya sekitar Rp53 triliun.
Sementara pada 2025, keuntungan yang didapat BUMN Rp326 triliun. Dividen yang disetor ke negara mencapai Rp142,3 triliun. Jika dikurangi dengan PMN yang diterima BUMN dari APBN, maka dividen yang disetor negara secara bersih Rp138 triliun.
Sementara pada 2026, Prabowo memproyeksikan dividen mencapai Rp200 triliun tanpa adanya PMN. Dengan demikian, menurut perhitungannya, kontribusi bersih BUMN meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan 2024.
Menurut Prabowo, peningkatan kinerja BUMN tersebut menunjukkan bahwa perbaikan manajemen dan tata kelola dapat memberikan hasil dalam waktu relatif cepat. Ia pun mengapresiasi manajemen dan pimpinan Danantara yang dinilai berperan dalam perbaikan pengelolaan BUMN.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 14 Agustus 2026 14:02:46 WIB*