Mengetahui peningkatan utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.293,69 triliun di kuartal II/2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana untuk memasukkan sebagian dari dividen perusahaan milik negara (BUMN) ke kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini merupakan langkah strategis dalam upaya menekan beban belanja pemerintah dan mengurangi utang yang tumbuh pesat. Sebelumnya, dividen BUMN telah dialihkan ke perusahaan pengelola aset negara, Danantara, sebagai bagian dari ‘barter’ antara pemerintah dan institusi lain untuk memperkuat kesinambungan fiskal nasional. Meski ada potensi penurunan pendapatan APBN akibat penghentikan dividen BUMN ke kas negara, rencana ini diterima sebagai langkah jangka panjang yang mampu mengendalikan tingkat utang pemerintah di masa mendatang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BUMN
*Tanggal Source Berita: Kamis, 13 Agustus 2026 19:29:03 WIB*