Wait and See Data Inflasi AS, Cek Rekomendasi Saham IPOT pada Pekan Ini

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir ditutup menguat. IHSG berada di level 6.409 atau naik sekitar 2,78% dibandingkan pekan sebelumnya.

Di tengah penguatan tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi beli (inflow) sekitar Rp 494 miliar di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan, dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral utama yang saat ini berada di fase krusial.

Baca Juga: Kinerja Siloam Moncer di Semester I-2026, Cek Prospek dan Rekomendasi Saham SILO

“Bank sentral utama seperti The Fed dan ECB saat ini masih menyeimbangkan antara upaya meredam inflasi yang mulai melandai dan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat serta inflasi sektor jasa yang persisten membuat narasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama atau higher for longer masih relevan.

Kondisi ini kemudian memicu gejolak pada imbal hasil obligasi, khususnya US Treasury, sehingga mempersempit selisih imbal hasil dengan obligasi negara berkembang dan mendorong arus modal keluar dari pasar emerging market.

Dari domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 yang mencapai 5,2% secara tahunan dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Pertumbuhan ini ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap kuat seiring inflasi yang terjaga, serta peningkatan investasi yang menunjukkan kepercayaan investor masih tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (3/8), IHSG Diproyeksi Menguat

Memasuki periode 10-14 Agustus 2026, David menilai pasar akan cenderung bergerak dalam fase wait and see seiring padatnya rilis data ekonomi dari Amerika Serikat.

Fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada data inflasi seperti Consumer Price Index (CPI), Producer Price Index (PPI), serta data penjualan ritel.

“Rangkaian data ini akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya, apakah ada ruang pelonggaran atau justru suku bunga tetap tinggi lebih lama,” katanya.

Merespons kondisi tersebut, IPOT merekomendasikan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) di area Rp2.020 dengan target harga Rp2.160 dan batas bawah Rp1.955 per saham, seiring potensi kelanjutan tren naik dari pola teknikal yang terbentuk.

Selain itu, saham PT Impack P… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Senin, 10 Agustus 2026 07:05:46 WIB*