PT Wahana Interfood Nusantara Tbk, atau lebih dikenal sebagai emiten COCO (Wahana Interfood), mencatatkan kenaikan laba sebesar Rp30 miliar pada semester pertama tahun 2026. Hal ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kerugian yang dicatatkan sebelumnya pada periode yang sama, yaitu Rp82,53 miliar di tahun sebelumnya.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa COCO berhasil mengurangi jumlah rugi mereka menjadi 63,37 persen. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) perusahaan masih negatif, tetapi lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan penyesuaian atas biaya non-recurring atau ‘one-off expenses’, adjusted EBITDA COCO tercatat sebesar -Rp9,71 miliar di awal Juni 2026.
Angka ini menunjukkan bahwa transformasi yang telah dilakukan oleh perusahaan selama lebih dari satu tahun terakhir mulai memberikan dampak positif pada kinerja perusahaan. Direktur Utama COCO, Sugianto Soenario, menyatakan bahwa peningkatan pendapatan sebesar 11,83 persen juga berkontribusi signifikan terhadap pencapaian ini. Peningkatan tersebut mencapai Rp81,80 miliar di semester pertama tahun 2026, meningkat dari angka Rp73,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kenaikan pendapatan dan penurunan jumlah rugi, COCO berada dalam posisi untuk mencetak laba positif lagi di semester kedua tahun 2026. Ini adalah langkah penting dalam upaya perusahaan untuk mengembalikan keuangan yang sehat dan membangun kembali ekspektasi investor.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** COCO
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 10 Agustus 2026 15:02:00 WIB*