IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Senin, Cermati Inflasi China hingga Kinerja Emiten

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (10/8/2026), setelah ditutup naik 1,04 persen ke level 6.409,654 pada perdagangan Jumat (7/8/2026).

Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan level support 6.385 dan resistance 6.420.

“Untuk Senin, posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.385 dan resist 6.420,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam (9/8/2026).

Baca juga: IHSG Naik 2,78 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 11.212 Triliun

Menurut Herditya, pergerakan IHSG pada awal pekan akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan domestik.

Investor akan mencermati data inflasi China yang diperkirakan melandai. Data tersebut menjadi perhatian karena memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi dan permintaan di salah satu mitra dagang utama Indonesia.

Pergerakan harga komoditas emas dan minyak dunia juga menjadi perhatian pasar. Kenaikan harga komoditas tersebut berpotensi memengaruhi saham-saham emiten terkait.

Selain itu, investor masih mencermati laporan keuangan emiten untuk kuartal II-2026 dan pembagian dividen interim.

“Kami perkirakan (IHSG) akan dipengaruhi oleh, pertama investor akan mencermati rilis data inflasi China yang diperkirakan akan relatif melandai, kedua penguatan harga komoditas emas dan diperkirakan akan diikuti oleh minyak dunia terkait dengan kondisi geopolitik Timur Tengah, ketiga rilis kinerja emiten kuartal II-2026 dan juga dividen interim,” paparnya.

Baca juga: IHSG Ditutup 7 Agustus 2026 Naik 65 Poin ke 6.409, ISAT Top Gainers

Untuk perdagangan Senin, Herditya merekomendasikan tiga saham, yakni PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

BULL memiliki target harga Rp 494 hingga Rp 520 per saham. BUMI ditargetkan berada pada Rp 194 hingga Rp 210 per saham, sedangkan MLPL berada pada rentang Rp 108 hingga Rp 113 per saham.

Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.320 dan resistance 6.480.

“Untuk perdagangan Senin (10/8/2026), pasar akan dipengaruhi beberapa sentimen,” kata Audi.

*Tanggal Source Berita: Senin, 10 Agustus 2026 05:18:00 WIB*