Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguji level 6.500 pada pekan depan, Senin (10/8/2026).
Sementara itu, IHSG ditutup menguat di level 6.409,6 (1,04%) pada perdagangan Jumat (7/8/2026).
Sektor infrastruktur (2,17%) membukukan penguatan terbesar dan sektor barang konsumen non-primer (0,69%) menjadi satu-satunya sektor yang melemah.
Rupiah ditutup menguat 0,15% pada level Rp 17.897 per dolar AS di pasar spot. Data cadangan devisa Indonesia turun pada level US$ 145,3 miliar di Juli 2026 dari US$ 145,6 miliar pada Juni 2026.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan Rupiah lebih lanjut.
Sementara itu harga properti residensial di Indonesia tumbuh 0,69% YoY di kuartal II-2026, sedikit meningkat dari pertumbuhan 0,62% YoY di kuartal I-2026. Kenaikan yang moderat tersebut didukung oleh pertumbuhan yang lebih kuat di beberapa kota.
Secara mingguan, MACD IHSG membentuk Golden Cross seiring dengan histogram MACD telah berada di area positif. Namun Stochastic RSI berada di area overbought.
“IHSG mendekati level MA20 weekly di sekitar level 6.488. Sehingga jika IHSG dapat menembus level MA20 tersebut, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.500 pada pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan dikutip Sabtu (8/8/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544. Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.371-6.390.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham BULL, BUMI, MLPL, dan SRTG untuk trading, Senin (10/8/2026).
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 08 Agustus 2026 19:00:00 WIB*