CNMA: Sustainable 9% Dividend Play with Limited Downside

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
De–rating buka peluang akumulasi CNMA sebagai dividend play dengan yield ~9%, ditambah potensi pertumbuhan moderat sebagai upside — Harga saham Nusantara Sejahtera Raya ($CNMA) telah turun -65% sejak IPO, utamanya akibat ekspektasi growth yang tidak tercapai, dengan valuasi mengalami de–rating dari >20x 1Y Forward P/E menjadi 10,7x P/E pada 2026F. Kami melihat CNMA dari 2 sisi: 1) sebagai dividend play yang sustainable dan downside terbatas; dan 2) sebagai perusahaan yang masih memiliki ruang pertumbuhan, meski tidak lagi setinggi ekspektasi saat IPO. Kami memproyeksikan CNMA dapat membagikan minimum dividen Rp8,8/saham per tahun (yield 9,4% per 5 Agustus 2026), didorong oleh: 1) tren admissions yang stabil; dan 2) free cash flow (FCF) generation yang solid, jauh di atas laba bersih tahunan, sehingga CNMA dapat membagikan 100% laba bersih sebagai dividen setidaknya hingga 2 tahun ke depan. Kami juga memproyeksikan laba bersih CNMA dapat tumbuh sekitar +8% YoY per tahun pada periode 2027F–2028F seiring perkembangan film lokal dan pemulihan Hollywood, memberikan upside bagi dividen.

Perkembangan film lokal dan pemulihan Hollywood secara bergantian mendukung kestabilan admissions — Kami memperkirakan admissions CNMA, sebagai kunci utama kinerja perseroan, akan stabil di kisaran 87–90 juta pada periode 2026F–2028F, ditopang oleh perkembangan film lokal dan pemulihan produksi Hollywood serta dinamika streaming–bioskop yang kini menjadi komplementer setelah pemulihan jeda waktu antara penayangan bioskop dan platform streaming (theatrical window). Film lokal sendiri menjadi penopang admissions pasca–pandemi (2023–2025) di tengah lemahnya rilis film international. Ke depan, kami memperkirakan perbaikan admissions CNMA untuk film internasional, didorong oleh pemulihan komitmen Hollywood terhadap bioskop yang terefleksikan pada jumah ‘wide releases’ yang diproyeksikan kembali ke level pra–pandemi pada 2026, sehingga semakin mendukung kestabilan keseluruhan admissions CNMA.

Magnitude FCF yang jauh di atas laba bersih memberikan buffer tebal untuk payout dividen yang tinggi — Dengan level admissions di atas, serta laju ekspansi yang lebih selektif, kami memproyeksikan CNMA akan mencetak FCF sekitar Rp1,1 T per tahun pada periode 2026–2028F. Angka tersebut jauh di atas level laba bersih CNMA pada periode yang sama, yang kami estimasikan mencapai Rp732–854 M. Perbedaan magnitude keduanya membuat CNMA memiliki buffer yang tebal untuk membagikan seluruh 100% labanya seb… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 08 Agustus 2026 19:49:25 WIB*