Strategi Profit Saham dan Prospek IHSG Semester II

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
IHSG Semester Kedua: Volatilitas Bukan Ancaman, Melainkan Peluang

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada semester II-2026 masih menjadi perhatian utama investor. Setelah melalui periode yang penuh tekanan pada paruh pertama tahun ini, pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan meskipun volatilitas masih cukup tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, banyak investor mulai mencari strategi yang tepat untuk memanfaatkan pergerakan pasar tanpa mengabaikan aspek manajemen risiko. Fluktuasi harga yang terjadi sebenarnya merupakan bagian normal dari siklus pasar. Justru dalam fase seperti inilah peluang investasi dan trading sering kali muncul bagi investor yang mampu mengombinasikan analisis fundamental dan teknikal secara disiplin.

Di tengah dinamika pasar global, arus dana asing yang masih bergerak dinamis, serta berbagai sentimen domestik yang terus berkembang, pelaku pasar kini mulai berfokus pada emiten dengan fundamental kuat dan katalis bisnis yang jelas. Faktor-faktor tersebut dipandang dapat menjadi pembeda utama dalam menentukan kinerja saham pada semester kedua.

Menurut Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, kondisi pasar yang berfluktuasi saat ini merupakan hal yang wajar karena investor masih menunggu berbagai katalis besar baik dari dalam maupun luar negeri.

Prospek Pasar Semester II Dinilai Lebih Menarik

Menurut Fath, prospek pasar saham Indonesia pada semester II-2026 berpotensi lebih baik dibandingkan semester pertama.

Tekanan yang terjadi pada awal tahun membuat valuasi sejumlah saham menjadi lebih menarik. Seiring munculnya berbagai katalis baru, investor mulai kembali melakukan akumulasi pada saham-saham yang memiliki prospek pertumbuhan yang jelas.

Dalam kondisi seperti saat ini, emiten yang memiliki:

cenderung menjadi tujuan utama aliran dana investor.

Karena itu, fokus pasar mulai bergeser dari sentimen jangka pendek menuju kualitas fundamental perusahaan dan potensi pertumbuhan bisnis ke depan.

Fath menyoroti beberapa emiten yang memiliki katalis menarik pada semester kedua. Salah satunya adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang dinilai memiliki prospek positif seiring meningkatnya perhatian terhadap sektor energi baru dan energi terbarukan. Posisi PGEO sebagai emiten panas bumi membuat perusahaan berada dalam salah satu sektor yang terus berkembang dalam jangka panjang.

Selain itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga menjadi perhatian pasar karena adanya rencana aks… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Jumat, 07 Agustus 2026 15:52:00 WIB*