Saham SpaceX Naik di Tengah Lonjakan Saham Beredar, Nilainya Masih di Bawah Harga IPO

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
KOMPAS.com – Saham SpaceX menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2026) waktu Amerika Serikat setelah berakhirnya masa pembatasan penjualan saham (lockup) tahap pertama yang membuat jumlah saham yang dapat diperdagangkan di pasar meningkat lebih dari dua kali lipat.

Mengutip Reuters, saham perusahaan antariksa dan internet milik Elon Musk itu naik 1,4 persen menjadi 109,86 dollar AS per saham.

Nilai transaksi sahamnya menembus 23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 411,7 triliun (kurs Rp 17.900 per dollar AS) hingga tengah hari, menjadikannya salah satu sesi perdagangan tersibuk sejak SpaceX masuk indeks Nasdaq 100 pada awal Juli 2026.

Saat penawaran umum perdana (IPO), SpaceX hanya melepas kurang dari 5 persen sahamnya ke publik.

Setelah masa lockup pertama berakhir, sebanyak 911,5 juta saham milik karyawan dan sebagian investor awal kini dapat diperjualbelikan, di luar sekitar 639 juta saham yang telah beredar sejak IPO.

Hingga 8 Desember 2026, jumlah saham yang dapat diperdagangkan (free float) diperkirakan meningkat menjadi sekitar 40 persen dari total saham perusahaan. Sementara itu, sekitar 60 persen saham, termasuk kepemilikan Elon Musk, masih akan tetap terkunci hingga pertengahan 2027.

Meski menguat, kinerja saham SpaceX masih berada di bawah tekanan. Harga saham perusahaan telah diperdagangkan di bawah harga IPO 135 dollar AS selama tiga pekan berturut-turut setelah laporan keuangan kuartalan memicu kekhawatiran investor terhadap besarnya kerugian operasional dan rencana belanja besar-besaran untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Analis pasar ActivTrades Carolane de Palmas mengatakan berakhirnya masa lockup umumnya meningkatkan risiko aksi ambil untung dari karyawan maupun investor awal.

“Karyawan dan investor awal mungkin ingin merealisasikan keuntungan atau mengalihkan investasinya ke aset lain. Meski tidak selalu memicu aksi jual besar-besaran, bertambahnya jumlah saham yang beredar biasanya membuat volatilitas tetap tinggi,” ujarnya.

Sejak melantai di bursa pada 12 Juni 2026, saham SpaceX telah kehilangan lebih dari seperempat nilainya. Padahal pada Juni lalu valuasi perusahaan sempat mendekati 3 triliun dollar AS, melampaui Microsoft dan Amazon.

Meski demikian, sebagian investor masih optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

CEO Bitcoin Japan Phillip Lord mengatakan investasinya di SpaceX ditujukan untuk jangka panjang sehingga fluktuasi harga dalam jangka pendek tidak menjadi… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Jumat, 07 Agustus 2026 17:52:00 WIB*