Target Harga Saham Darma Henwa (DEWA) Direvisi Naik, Ini Pertimbangannya

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target hargas aham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi Rp 550 dari sebelumnya Rp 300 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Kenaikan target harga ditopang prospek peningkatan volume produksi, kontribusi proyek baru, serta potensi kenaikan valuasi GMR.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Taufan Fadhillah mengatakan, pengambilalihan proyek tambang Bengalon dengan kapasitas 26 juta bank cubic meter (bcm) berjalan sesuai rencana dan akan menjadi penopang peningkatan margin perseroan. Manfaat penuh dari proyek tersebut diperkirakan baru akan tercermin pada kinerja 2027.

Selain itu, proyek Sebuku dan potensi proyek baru diperkirakan menjadi pendorong siklus pertumbuhan berikutnya. Volume pengupasan lapisan tanah penutup (overburden/OB removal) diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 232 juta bcm pada 2027, dari sekitar 144 juta bcm.

Darma Henwa (DEWA) Bidik Overburden 150 Juta BCM di 2026, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Revisi naik target harga saham tersebut juga mempertimbangkan keputusan BRI Danareksa yang menaikkan proyeksi laba bersih DEWA untuk 2026, 2027, dan 2028 masing-masing sebesar 36%, 130%, dan 141% setelah memperhitungkan kontribusi proyek-proyek baru.

“Target harga Rp550 ditetapkan menggunakan metode sum of the parts (SOTP) yang mencakup valuasi DCF Darma Henwa serta nilai buku GMR sebesar Rp 7 triliun,” tulis riset tersebut.

BRI Danareksa menilai kinerja kuartal I-2026 menunjukkan hasil awal dari strategi internalisasi armada yang dijalankan perseroan. Pada periode tersebut, total volume pengupasan tanah penutup meningkat 9% secara tahunan menjadi 38 juta bcm.

Peningkatan penggunaan armada internal menjadi 77% dari sebelumnya 62% turut mendorong EBITDA tumbuh 16% menjadi Rp 442 miliar, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 28,5% dari 24,1%.

Harapan Kesepakatan Hormuz Menguat, Harga Minyak Merosot Lebih dari 5%

Menurut analis, tahap berikutnya berasal dari percepatan pengambilalihan sisa kapasitas Bengalon sebesar 26 juta bcm yang dimulai pada Mei 2026.

Karena volume masih dikerjakan subkontraktor hingga Mei, peningkatan margin diperkirakan mulai terlihat pada kuartal III-2026 dan akan terefleksi penuh pada 2027. Diproyeksikan margin EBITDA mencapai 28,5% pada 2026 dan meningkat menjadi 30,4% pada 2027.

Selain Bengalon, proyek Sebuku diperkirakan menyumbang sekitar 8 juta bcm pengupasan tanah penutup sebelum meningkat menjadi sekitar 27 juta bcm pada 2027…. [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 05 Agustus 2026 06:54:00 WIB*