Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Setelah melalui paruh pertama, saham sektor perbankan hingga infrastruktur digital diproyeksikan bakal menjadi penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada semester II/2026.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan musim laporan keuangan semester I/2026 berfungsi sebagai proses verifikasi atas strategi investasi yang berkembang sejak awal tahun.
Menurutnya, investor saat ini sudah semakin selektif dalam mencermati kinerja emiten. Pelaku pasar disebut tidak lagi sekadar mengapresiasi pertumbuhan laba bersih, tetapi juga memperhatikan kualitas laba, arus kas operasional, efisiensi biaya, serta prospek keberlanjutan bisnis pada semester II/2026.
“Secara keseluruhan, musim laporan keuangan semester I/2026 memperkuat tema stock picking market, di mana kinerja masing-masing emiten menjadi lebih menentukan dibandingkan dengan sekadar mengikuti pergerakan sektornya,” ujar Nafan, Minggu (2/8/2026).
Memasuki semester II/2026, terdapat empat sektor yang memiliki peluang pertumbuhan menarik dan berpotensi memimpin pasar hingga akhir tahun.
Pertama, sektor perbankan. Nafan memaparkan bahwa emiten perbankan dengan fundamental kuat diperkirakan tetap menjadi tulang punggung atau backbone dan kontributor utama pertumbuhan laba IHSG.
Kinerja sektor tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid, kualitas aset yang stabil, serta potensi penurunan biaya dana atau cost of fund jika Bank Indonesia (BI) mulai melonggarkan kebijakan moneter.
Kedua, telekomunikasi dan infrastruktur digital. Sektor ini didorong oleh emiten yang memiliki eksposur pada pusat data atau data center, cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan ekosistem digital.
Ketiga, energi dan infrastruktur. Peluang terbuka bagi perusahaan yang melakukan diversifikasi ke energi baru terbarukan (EBT), jaringan transmisi, serta proyek hilirisasi. Segmen ini dinilai defensif terhadap gejolak harga komoditas global dibandingkan emiten yang hanya mengandalkan bisnis hulu.
Keempat, properti yang disebut masih memiliki peluang secara selektif, terutama emiten dengan land bank strategis, neraca yang sehat, serta pendapatan berulang yang kuat. Namun, investor perlu lebih selektif karena tidak semua pertumbuhan laba semester I/2026 bersifat berulang.
Sementara itu, untuk sektor berbasis komoditas seperti batu bara dan nikel, Nafan menilai pergerakannya masih akan dibayangi volatilitas harga global serta dinamika pemulihan ekonomi China…. [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 02 Agustus 2026 21:55:00 WIB*