Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
HERALD.ID, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan ini masih berpeluang melanjutkan tren positif.
Namun, investor perlu mewaspadai potensi koreksi dalam jangka pendek setelah indeks mencatat penguatan pada akhir pekan lalu.
Riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin (3/8/2026) memiliki ruang penguatan menuju 6.352-6.545.
Di sisi lain, indeks berpotensi berbalik arah dan menguji area 6.108-6.187.
Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), IHSG ditutup naik 0,80 persen ke level 6.236. Secara mingguan, indeks juga menguat 0,64 persen dengan dukungan volume pembelian.
“Penguatan IHSG mampu berada di atas MA20 daily dan telah mencapai target penguatan,” tulis riset tersebut, Minggu (2/8/2026).
Secara teknikal, level support IHSG berada di 6.029 dan 5.839. Sementara itu, area resistance berada pada 6.266 dan 6.377.
Di tengah peluang pergerakan indeks tersebut, sejumlah saham masuk dalam daftar pilihan untuk perdagangan awal pekan. Empat di antaranya adalah BRMS, ENRG, MBMA dan PSAB.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masuk dalam rekomendasi Trading Buy. Saham ini ditutup menguat 0,90 persen ke Rp560 pada perdagangan terakhir.
Meski tekanan jual mulai terlihat, BRMS masih bertahan di atas MA20. Selama harga tidak turun di bawah Rp535, saham ini diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan pergerakan positif.
Area Trading Buy berada pada Rp540-Rp560 dengan target harga Rp595 dan Rp605. Batas stop loss ditetapkan di bawah Rp535.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi pilihan Buy on Weakness. Saham ENRG naik 0,78 persen ke Rp1.290, meski tekanan jual turut muncul dalam perdagangan.
Strategi pembelian dapat dilakukan ketika harga berada di kisaran Rp1.230-Rp1.275. Target harga berada di Rp1.455 dan Rp1.610, dengan stop loss apabila harga menembus di bawah Rp1.205.
PT Harum Energy Tbk (MBMA) juga masuk radar dengan strategi Buy on Weakness. Saham MBMA melonjak 3,48 persen ke Rp505 dan disertai peningkatan volume transaksi.
Namun, penguatan saham masih tertahan di area MA20 dan MA60. Investor dapat mencermati kisaran Rp482-Rp500 untuk akumulasi dengan target Rp540 dan Rp580.
Stop loss disarankan apabila harga bergerak di bawah Rp474.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham tersebut naik 1,88 persen menjadi Rp434, disertai peningkatan volume pembelian.
Rentang Trading Buy berada pada Rp422-Rp434. Sementara target harga yang dipasang berad… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 02 Agustus 2026 16:13:00 WIB*