Pada tahun 2026, Eastspring Indonesia meramalkan bahwa laba perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan tumbuh hingga akhir tahun tersebut. Meskipun demikian, pertumbuhan ini diprediksikan berada pada level satu digit atau single-digit (sebesar 10% atau kurang dari 10%) menurut data yang diperoleh oleh perusahaan asuransi syariah itu.
Namun, kontraksi ekonomi global dan tingkat suku bunga yang tinggi tetap menjadi faktor penentu. Data historis menunjukkan bahwa laba emiten telah cenderung bertahan di level satu digit atau single-digit pada beberapa tahun terakhir di Indonesia.
Sementara itu, sejumlah perusahaan asuransi syariah juga mengambil langkah strategis untuk mempertahankan labarinya. Misalnya, perusahaan yang berbasis di Indonesia seperti AIA Group dan Great Eastern Life Assurance Company Limited telah mengekstrak potensi bisnis mereka melalui aksi korporasi dan pembelian saham di perusahaan lain.
Mekanisme ini dikenal sebagai akuisisi dan backdoor listing, dalam hal ini dapat membantu mempertahankan labarinya meskipun situasi ekonomi global yang sulit. Namun, langkah-langkah tersebut juga menghadirkan potensi risiko tersendiri untuk perusahaan.
Pada tahun 2026, kontraksi ekonomi global dan tingkat suku bunga yang tinggi akan menjadi faktor utama dalam penentuan labarinya. Sehingga, jika tidak ada kebijakan pemerintah atau aksi korporasi lainnya, Eastspring Indonesia dapat meramalkan bahwa laba perusahaan di BEI pada tahun 2026 hanya tumbuh sebesar satu digit (single-digit).
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 31 Juli 2026 22:06:07 WIB*