IHSG Rawan Lanjut Koreksi, Simak Rekomendasi Saham yang Berpotensi Cuan

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (30/7/2026), setelah indeks melemah 0,64 persen pada penutupan perdagangan Rabu pekan ini.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi level support IHSG pada Kamis berada di area 6.005 dan resistance 6.134.

“Untuk Kamis kami perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 6.005 dan resistance 6.134,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam (29/7/2026).

Baca juga: IHSG Ditutup Turun, Dibayangi Sentimen Global dan Transisi Kepemimpinan BI

Terkait sentimen pasar, pelaku pasar masih mencermati hasil Federal Open Market Committee (FOMC) meeting untuk mencari arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

Selain itu, perkembangan konflik di Timur Tengah juga berpotensi menjadi sentimen yang mempengaruhi arah IHSG.

“Untuk sentimen diperkirakan investor mencermati akan hasil FOMC meeting dan juga konflik Timur Tengah,” paparnya.

Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel pada perdagangan Kamis ini, yakni;

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai arah IHSG masih dibayangi sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dari sisi domestik, menurut Nafan, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian pasca-pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

“Ketidakpastian ini masih dapat membatasi penguatan IHSG hingga pasar memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan moneter dan calon pengganti Gubernur BI yang baru,” ucap Nafan.

Sementara dari eksternal, investor global cenderung bersikap hati-hati, tetapi tetap optimistis menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Open Market Committee (FOMC).

Baca juga: OJK Beberkan Penyebab Investor Asing Terus Jual Saham Indonesia

Menurut Nafan, mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75 persen.

“Mayoritas konsensus memperkirakan suku bunga tetap di level 3,75 persen. Namun apabila terdapat kejutan hawkish, maka hal ini berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pasar,” katanya.

Untuk perdagangan Kamis (30/7/2026), Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 5.931 dan 6.031, sedangkan level resistance berada di 6.130 dan 6.254.

Adapun, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan investor untuk tetap mencermati sejumlah peluang in… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 30 Juli 2026 06:42:00 WIB*