Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Analisis teknikal ICBP usai dividen 28 Juli 2026. Simak histori harga, order book, foreign flow, support-resistance, dan peluang pergerakan saham.
KABARBURSA.COM – Koreksi yang terjadi pada saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) setelah pembagian dividen, tidak mengubah struktur teknikal yang telah terbentuk sejak pertengahan Juli 2026.
Pada penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, ICBP berada di level Rp6.950, tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski harga bergerak datar, aktivitas transaksi menunjukkan masih adanya minat beli yang lebih besar dibandingkan tekanan jual dari investor asing.
Data perdagangan mencatat nilai transaksi mencapai Rp20,96 miliar dengan volume sekitar 30,03 juta saham dalam 2.576 kali transaksi. Harga bergerak dalam rentang Rp6.900 hingga Rp7.025, sementara harga rata-rata transaksi berada di Rp6.979.
Dari sisi aktivitas investor asing, nilai pembelian tercatat sebesar Rp13,09 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp7,61 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp5,48 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan arus dana asing masih berada di sisi akumulasi meski harga saham belum bergerak signifikan.
Pergerakan harga dalam dua pekan terakhir juga memperlihatkan pola yang relatif terjaga. Setelah ditutup di Rp6.600 pada 15 Juli, ICBP secara bertahap naik menjadi Rp6.700, kemudian Rp6.850, Rp6.900 hingga mencapai Rp7.125 pada 23 Juli.
Setelah menyentuh level tersebut, saham mengalami koreksi ke Rp6.975 pada 24 Juli dan kembali turun tipis menjadi Rp6.950 pada 27 Juli sebelum akhirnya ditutup stagnan di level yang sama pada 28 Juli. Secara historis, pola ini menggambarkan fase kenaikan yang diikuti konsolidasi sehat setelah harga menyentuh area resistensi jangka pendek.
Dari sisi teknikal, ringkasan indikator teknikal berada pada kategori Strong Buy, dengan 10 indikator memberikan sinyal beli, satu indikator netral, dan tidak ada indikator yang memberikan sinyal jual.
RSI 14 berada di level 56,11 yang menunjukkan momentum masih berada di area netral menuju bullish tanpa memasuki kondisi overbought. MACD juga masih menghasilkan sinyal beli, begitu pula ADX di kisaran 30,92 yang mengindikasikan tren yang sedang berlangsung memiliki kekuatan cukup baik.
Williams %R, CCI, Ultimate Oscillator, ROC, dan Bull Bear Power juga sama-sama masih mengarah pada sinyal beli.
Sementara itu, indikator moving average memberikan gambaran yang lebih seimbang. Moving Average 5 hari masih berada di atas harga penutu… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 29 Juli 2026 08:19:17 WIB*