Shein IPO Hong Kong: Pendapatan Naik, Profitabilitas Menjadi Fokus Investor

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
From pop culture to weird history, your votes rank the lists

Shein, raksasa fesyen online asal China, akhirnya mengajukan pencatatan saham perdana di Hong Kong setelah gagal melantai di bursa New York dan London. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan untuk memperluas akses ke investor internasional dan memanfaatkan dinamika pasar modal yang lebih ramah Asia. Melalui langkah ini, Shein menandai fase baru dalam strategi ekspansi globalnya yang telah lama menjadi sorotan pelaku industri.

Draf prospektus yang diterbitkan pada Minggu (26/7/2026) mengungkapkan gambaran kinerja keuangan menjelang debut Hong Kong. Dokumen tersebut menyoroti bahwa meski penjualan meningkat, profitabilitas berada di bawah tekanan akibat sejumlah faktor makro dan perubahan kebijakan bea masuk di AS. Analisis awal menunjukkan perusahaan mampu meningkatkan pendapatan meskipun tantangan margin tetap menjadi fokus investor.

Proses pengajuan mengikuti persetujuan regulator China, yakni Komisi Regulasi Sekuritas China yang menyetujui pencatatan di Hong Kong pada 10 Juli 2026. Draf prospektus menjelaskan bahwa IPO ini dinilai sebagai uji daya tarik saham ritel konsumen besar dalam era pasca pandemi yang makin kompetitif. Menurut pelaku pasar, penawaran ini juga akan menjadi barometer bagi minat investor terhadap listing perusahaan ritel konsumen besar meskipun beberapa penawaran besar lain menunda jadwalnya.

Pendapatan Shein tumbuh menjadi 41,8 miliar USD pada 2025, meningkat dari 38,7 miliar USD pada 2024 dan 32,1 miliar USD pada 2023. Catatan ini menunjukkan bahwa ekspansi penjualan masih kuat meskipun tekanan pada laba bersih cukup signifikan. Pertumbuhan ini juga menyoroti kemampuan Shein menjaga arus kas operasional meskipun lingkungan persaingan ketat dan biaya logistik meningkat.

Namun laba bersih perusahaan turun 38,7 persen menjadi 2,06 miliar USD pada 2025 dibandingkan 3,365 miliar USD setahun sebelumnya. Penurunan laba disebabkan beberapa faktor, termasuk biaya operasional yang lebih tinggi dan tekanan margin di berbagai pasar. Analisis pasar menunjukkan investor fokus pada bagaimana Shein akan membalikkan tren profitabilitas meskipun pendapatan tumbuh.

Pendapatan ritel melemah pada kuartal pertama 2026, dengan kerugian bersih sebesar 99 juta USD. Penurunan ini dikaitkan dengan perubahan kebijakan bea masuk di AS yang turut memukul penjualan di pasar utama perusahaan. Shein menegaskan bahwa penghapusan pengecualian bebas bea de minimis sejak Mei 2025 meningkatkan biaya o… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Selasa, 28 Juli 2026 07:14:09 WIB*