Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA – PT BFI Finance Tbk (BFIN), perusahaan pembiayaan milik Boy Thohir dan Jerry Ng, mencatatkan laba bersih tumbuh 8,7% secara tahunan menjadi Rp828,97 miliar pada akhir Juni 2026, meski pembiayaan tampak stagnan.
Total pembiayaan sepanjang Januari-Juni 2026 merosot 2% menjadi Rp22,17 triliun, dengan pembiayaan baru sebesar Rp10,7 triliun.
“Yang didominasi pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun kredit mobil bekas,” jelas manajemen dalam siaran resmi yang diterima IDNFinancials, Jumat (24/7).
Kualitas pembiayaan juga terjaga dengan non-performing financing (NPF) gross di level 1,55%, dan NPF neto 0,55% – keduanya lebih rendah dari rata-rata industri.
Meski pembiayaan stagnan, pendapatan Perseroan tetap mampu tumbuh tipis 3,72% menjadi Rp3,24 triliun pada akhir semester I 2026.
Namun, berdasarkan analisis Stockbit Sekuritas, pendorong kinerja laba BFIN yang paling signifikan adalah efisiensi biaya provisi neto hingga 34%, terutama pada segmen roda empat.
Hingga akhir Juni 2026, BFIN mencatatkan total aset sebesar Rp25,1 triliun, sementara piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) meningkat 3,6% yoy menjadi Rp26,5 triliun.
Pertumbuhan managed receivables tersebut sebenarnya masih berada di bawah target Perseroan untuk tahun 2026 di low-teens. Namun, mengutip Stockbit Sekuritas, manajemen BFIN memperkirakan pembiayaan akan menguat pada semester II 2026.
Saham BFIN menutup perdagangan Jumat (24/7) di level Rp760 per lembar, merosot 1,3%. Namun, sejak awal tahun, harga saham BFIN masih bertumbuh 7,04%. (ZH)
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 25 Juli 2026 13:00:00 WIB*