Saham BBCA Diproyeksikan Bisa Kembali ke Level Rp8.000an, Apa Pemicunya?

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan harga saham BCA (BBCA) berpotensi menyentuh Rp8.075 dalam 12 bulan ke depan.

KABARBURSA.COM – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) diproyeksikan bisa menyentuh harga Rp8.075 dalam waktu 12 bukan ke dapan. Hal ini tertuang dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia yang dirilis pada 16 Juli 2026.

Penetapan target harga tersebut didasari oleh metode penilaian campuran yang mengombinasikan antara pendekatan P/BV dan DDM.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia menyampaikan, pihaknya menargetkan saham BBCA akan ditransaksikan dengan perkiraan rasio P/BV tahun 2026 sebesar 3,3 kali, sedikit di bawah rata-rata historis tiga tahun terakhir yang berada di level 3,4 kali.

Target harga yang dicanangkan tersebut didukung oleh catatan kinerja keuangan positif BCA pada tiga bulan pertama 2026 yang sukses membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun atau naik sebesar 3,8 persen dibanding periode serupa tahun lalu.

Kiwoom Sekuritas mencatat, pertumbuhan laba  yang solid itu disuport oleh peningkatan pendapatan non-bunga serta penerapan kontrol biaya operasional yang sangat disiplin oleh manajemen, meskipun margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) mengalami penurunan menjadi 5,4 persen.

Sebagai informasi, peningkatan laba bersih tersebut tidak lepas dari kinerja penyaluran kredit BCA.

Mengutip keterangan resmi perusahaan, BCA sukses membukukan pertumbuhan kredit positif di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Total kredit BCA naik 5,6 persen secara tahunan (YoY) mencapai Rp994 triliun per Maret 2026.

Penyaluran kredit tersebut disuport pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen YoY. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA.

Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8 persen YoY. Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0 persen YoY menjadi Rp258,4 triliun, atau setara 26,0 persen dari total portofolio pembiayaan BCA.

Sementara itu, kredit UMKM BBCA pada kuartal I 2026 sebesar 12 persen YoY dengan outstanding Rp146 triliun menggambarkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional.

Kredit hijau BCA tumbuh 7,7 persen YoY mencapai Rp113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5 persen YoY.

Di sisi lain, Rasio loan at risk (LAR) dan non … [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 19 Juli 2026 16:28:00 WIB*