Adu Kuat Top Broker di Saham Perbankan Jumbo, Siapa Paling Agresif?

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Saham BMRI jadi medan pertempuran broker sepekan. Simak strategi agresif UBS Sekuritas memborong saham perbankan dan aksi jual masif empat sekuritas raksasa lai

KABARBURSA.COM – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tampil perkasa sepanjang pekan ini. Merujuk data perdagangan terbaru, indeks acuan domestik tersebut sukses bertengger di level 6.175,54. Angka ini diraih setelah IHSG melonjak 67,33 poin atau menguat 1,10 persen.

Menariknya, reli indeks kali ini diiringi oleh aktivitas perdagangan kumulatif yang sangat tebal. Saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo (big caps) pun menjadi medan pertempuran likuiditas paling sengit antar-sekuritas papan atas.

Data menunjukkan, total nilai transaksi di seluruh pasar (All Market) sukses menembus angka Rp16,35 triliun. Likuiditas yang tebal ini disokong oleh volume perdagangan sebanyak 291,76 juta lot saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,02 juta kali harian.

Pasar Reguler menjadi motor utama dengan kontribusi senilai Rp13,12 triliun, disusul Pasar Negosiasi sebesar Rp3,22 triliun, dan Pasar Tunai (Cash) dengan nilai transaksi Rp10,38 miliar.

Di tengah reli indeks yang meyakinkan, kelompok investor internasional atau asing justru konsisten melepas portofolio mereka.

Sepanjang kurun waktu perdagangan sepekan, institusi asing menorehkan total nilai beli (Foreign Buy) senilai Rp18,84 triliun. Sayangnya, angka itu kalah besar dari nilai jual (Foreign Sell) yang menyentuh Rp19,29 triliun. Kondisi ini otomatis menyeret posisi akhir modal keluar berupa aksi jual bersih asing (Net Foreign Sell) di Pasar Reguler ke angka Rp449,98 miliar.

Transaksi asing tersebut mencakup porsi 32,17 persen dari total nilai pasar. Sebaliknya, investor domestik tampil menguasai porsi mayoritas sebesar 67,83 persen melalui akumulasi nilai beli Rp40,44 triliun dan nilai jual Rp39,99 triliun.

Ketimpangan aktivitas antara asing dan lokal terlihat makin kontras jika kita mengintip frekuensi transaksi harian bursa. Pemodal domestik menguasai panggung perdagangan lewat persentase frekuensi mutlak mencapai 86,75 persen, atau mencakup 10,43 juta kali aktivitas beli dan 10,04 juta kali aktivitas jual saham.

Sementara itu, kelompok investor asing hanya menorehkan persentase frekuensi sebesar 13,25 persen, yang terdiri atas 1,36 juta kali aktivitas beli serta 1,76 juta kali aktivitas jual efek. Sebagian besar dana raksasa ini bermuara pada saham perbankan pelat merah, terutama PT Bank Mandiri (Persero) T… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 18 Juli 2026 22:44:29 WIB*