Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA – Pelaku short selling yang memasang posisi terhadap saham SpaceX diperkirakan telah mengantongi keuntungan di atas kertas (paper profit) sebesar US$8,7 miliar sejak perusahaan dirgantara dan kecerdasan buatan (AI) tersebut melantai di bursa bulan lalu.
Seperti dikutip Reuters, berdasarkan data perusahaan analitik Ortex Technologies, keuntungan tersebut terjadi setelah harga saham SpaceX sempat turun di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$135 per saham, menyusul koreksi dari rekor tertinggi pasca-IPO di level US$225,64.
Pelaku short selling memperoleh keuntungan dengan meminjam saham untuk dijual lebih dahulu, kemudian membelinya kembali pada harga yang lebih rendah.
Saham SpaceX bergerak sangat fluktuatif sejak IPO, beberapa kali menguat sebelum kembali terkoreksi. Pada perdagangan Rabu, saham perusahaan sempat diperdagangkan di bawah harga IPO untuk pertama kalinya sebelum akhirnya ditutup sedikit di atas level tersebut.
“Perjalanan SpaceX ibarat (rollercoaster) bagi para penjual kosong (short seller), dan pada akhirnya situasi berbalik sangat menguntungkan mereka,” kata salah satu pendiri Ortex, Peter Hillerberg.
“Alih-alih merealisasikan keuntungan, kubu (bear) justru terus menambah posisi jual seiring dengan penurunan harga.”
Menurut Ortex, sekitar 49% saham beredar (free float) SpaceX saat ini telah dipinjam di pasar, yang sebagian besar diyakini digunakan untuk aktivitas short selling.
” Kami meyakini sebagian besar dari hal tersebut merupakan (short selling),” ujar Hillerberg.
SpaceX belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan tersebut.
Valuasi SpaceX yang tinggi menjadikannya sasaran para pelaku short selling yang meragukan keberlanjutan harga saham perusahaan. Namun, tingginya minat investor ritel dan institusi, serta rekam jejak CEO Elon Musk yang kerap berhadapan dengan pelaku short selling, membuat strategi tersebut tetap memiliki risiko besar.
Tekanan terhadap saham SpaceX juga dipicu kekhawatiran investor atas besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan yang didanai melalui utang.
Ortex memperkirakan posisi short yang besar berpotensi meningkatkan volatilitas saham SpaceX. Setiap pergerakan harga saham sebesar US$1 diperkirakan berdampak sekitar US$300 juta terhadap nilai posisi para pelaku short selling, sehingga membuka peluang fluktuasi tajam ke arah kenaikan maupun penurunan.
Pada perdagangan Kamis, saham SpaceX naik sekitar 1% ke level US$136,28 per saham.(… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 11:40:00 WIB*