Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) selaku emiten pengelola jaringan rumah sakit mata Jakarta Eye Center resmi menjadi perusahaan tercatat ketiga yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026.
Dalam aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), JECX menawarkan maksimal 487.982.500 saham atau setara 10% dari total modal ditempatkan dan disetor pasca IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang atau sekitar 5%.
Total, keseluruhan saham yang ditawarkan mewakili 15% dari modal ditempatkan disetor perusahaan setelah IPO, dengan nilai penawaran umum mencapai Rp 609,97 miliar.
Baca Juga: Investasi Indonesia Diprediksi Melambat di Semester II-2026, Ini Penyebabnya
Adapun harga penawaran umum ditetapkan sebesar Rp 1.250 per saham. Harga tersebut berada di kisaran bawah rentang penawaran awal (bookbuilding) yang sebelumnya dipatok pada level Rp 1.200 hingga Rp 1.400 per saham. Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar perusahaan pada saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Sepanjang masa penawaran umum, perusahaan memperoleh respon positif dari investor, tercermin berdasarkan tingkat permintaan/ oversubscribed sebesar 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.
Harga saham JECX langsung mencatatkan kinerja impresif pada debut perdagangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026). Pada hari pertama melantai di bursa, saham JECX melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), melonjak 25,8% ke posisi Rp 1.560 per saham.
Presiden Direktur JECX, Johan A. Hutauruk menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam proses IPO perusahaan. Melalui IPO ini, perusahaan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan kinerja.
Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan berbasis continuum of care, melalui pengembangan layanan primer, sekunder, hingga tersier.
“Strategi tersebut mencakup perluasan jangkauan layanan, pengembangan layanan subspesialistik, pemanfaatan teknologi medis terkini, serta transformasi digital yang terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efektivitas layanan,” kata Johan di gedung BEI, Selasa (7/7/2026)
Johan menyampaikan, dana yang diperoleh perusahaan dari hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan seb… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 14:22:06 WIB*