Menyusul penurunan indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia menjadi 46,9 pada Juni 2026 dari posisi awal Mei sebesar 50.0, menunjukkan pelemahan aktivitas industri pengolahan di negara tersebut dan dapat memberikan dampak terhadap ekonomi. Optimisme emiten kawasan industri untuk mengejar target penjualan agresif sepanjang tahun 2026 tetap bertahan di tengah kondisi ini, dikarenakan permintaan lahan industri tetap tampil dengan daya tahan di tengah kontraksi manufaktur dan ketidakpastian ekonomi global. Ekspansi pusat data, ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV), serta logistik menjadi penopang utama optimisme tersebut.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** SSIA, DMAS, KIJA
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 23:24:43 WIB*