Tren diversifikasi bisnis emiten-emiten pertambangan batubara ke sektor energi bersih tampaknya terus berlanjut, dengan beberapa dari mereka melepas aset batu bara untuk fokus lebih pada bidang usaha baru. Sebagai contoh, PT Indika Energy Tbk (INDY) dikaitkan dengan mempertimbangkan menjual anak usahanya, PT Kideco Jaya Agung. Sumber Bloomberg menyebut nilai valuasi Kideco mencapai lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun. Hal ini menunjukkan keberanian dalam mengambil langkah bisnis yang berani dalam industri pertambangan batubara. Selain itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) juga berkomitmen dengan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan sepeda motor listrik ALVA dan pembangkit listrik tenaga panas bumi untuk sektor tambang. Ada juga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang gencar berekspansi ke sektor EBT, mulai dari pembangkit listrik tenaga air dan surya di Jawa Barat serta Nage (Nusa Tenggara Timur). Hadirnya beberapa emiten batubara ini menunjukkan bahwa mereka terus berinvestasi dalam diversifikasi bisnis untuk mencapai efisiensi lebih dan peningkatan nilai intrinsik dalam jangka panjang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** INDY, DSSA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 07:49:37 WIB*