PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., atau lebih dikenal dengan BTN, terus memperluas portofolio kreditnya. Setelah sebelumnya menandakan langkah strategis dalam mengakuisisi portofolio kredit dari bank lain seperti yang dilakukan melalui akuisisi portofolio pensiun Bank SMBC Indonesia Tbk., BTN kembali membuka peluang untuk melakukan transaksi akuisisi portofolio baru pada kredit konsumer. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, telah mengungkapkan bahwa perseroan saat ini masih menjajaki komunikasi dengan sejumlah bank terkait potensi transaksi tersebut. Namun, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum mengarah pada kesepakatan transaksi. Apabila proses negosiasi berjalan sesuai rencana, transaksi akuisisi portofolio baru tersebut diperkirakan mulai direalisasikan pada tahun depan. ‘Kayaknya tahun depan,’ ujar Nixon. Sebelumnya, BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun milik SMBC Indonesia dengan nilai transaksi sebesar Rp12,6 triliun dan perseroan juga dijadwalkan menyelesiasi akuisisi tahap kedua pada kuartal III/2026 dengan nilai Rp7,34 triliun. Selain memberikan tambahan pendapatan melalui tingkat imbal hasil (yield) yang dinilai menarik, transaksi tersebut juga memperkuat peluang BTN untuk meningkatkan penjualan berbagai produk dan layanan perbankan. Dengan adanya peningkatan basis nasabah baru setelah seluruh proses rampung, BTN berencana memanfaatkan basis nasabah tersebut untuk memperluas penggunaan aplikasi Bale by BTN, layanan payroll funding, serta berbagai produk perbankan transaksional lainnya. ‘Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kita jauh lebih baik ke depannya,’ pungkas Nixon.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BTN
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 18:00:00 WIB*