PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., atau lebih dikenal dengan BTN, terus memperluas portofolio kreditnya. Setelah sebelumnya menandakan langkah strategis dalam mengakuisisi portofolio kredit dari bank lain, seperti yang dilakukan melalui akuisisi portofolio kredit pensiun Bank SMBC Indonesia Tbk., BTN kini membuka peluang baru untuk mengambil posisi dalam portofolio kredit konsumer milik bank lain. Menurut Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, perseroan telah melakukan pembicaraan awal dengan beberapa bank terkait potensi akuisisi ini, yang masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan kesepakatan.[1-3]. Jika peluang tersebut dapat terealisasi, transaksi tersebut diprediksi akan dilaksanakan pada tahun depan. Dengan rencana ini, BTN bertujuan untuk meningkatkan komposisi portofolio kredit non-perumahan dan menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang tetap terjaga.[1-3]. Akuisisi tersebut juga diharapkan dapat mendukung perbaikan kualitas aset perseroan, serta memberikan kontribusi positif pada profitabilitas. Dengan strategi pertumbuhan anorganik ini, BTN berusaha mempertahankan posisinya dalam struktur bisnis yang semakin seimbang dan resilien.[1-3].
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BTN
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 11:55:42 WIB*