Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA – Morgan Stanley membukukan kinerja kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi pasar, ditopang lonjakan pendapatan dari aktivitas perdagangan (trading) dan investment banking di tengah meningkatnya transaksi merger, akuisisi, serta penawaran umum perdana (IPO).
Bank investasi asal Amerika Serikat itu juga menegaskan optimisme terhadap siklus investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diperkirakan akan terus mendorong aktivitas pasar modal dalam beberapa tahun ke depan.
Seperti dikutip Reuters, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai US$5,58 miliar, atau US$3,46 per saham, pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2026. Angka tersebut melonjak dari US$3,54 miliar atau US$2,13 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut melampaui proyeksi analis yang disurvei LSEG sebesar US$2,94 per saham.
Pendapatan bersih juga mencetak rekor baru sebesar US$21,35 miliar, lebih tinggi dibandingkan estimasi pasar sebesar US$19,64 miliar.
Salah satu pendorong utama berasal dari bisnis investment banking, yang mencatat kenaikan pendapatan 58% menjadi US$2,44 miliar berkat meningkatnya aktivitas penjaminan emisi saham (equity underwriting) serta jasa penasihat merger dan akuisisi (M&A).
Sepanjang semester pertama 2026, nilai transaksi M&A global yang diumumkan mencapai sekitar US$2,8 triliun, tertinggi untuk periode Januari–Juni sejak pencatatan LSEG dimulai pada 1980.
Morgan Stanley juga menjadi salah satu penjamin emisi utama dalam IPO SpaceX, yang disebut sebagai salah satu pencatatan saham terbesar tahun ini dan menjadi simbol kebangkitan pasar IPO Amerika Serikat.
Selain itu, bank tersebut turut menjadi penjamin emisi IPO perusahaan chip Cerebras serta bertindak sebagai sekuritas dalam aksi penggalangan modal Alphabet.
Di sisi penasihat keuangan, Morgan Stanley mendampingi Fertitta Entertainment dalam akuisisi Caesars Entertainment senilai US$17,6 miliar.
Perseroan juga telah memperoleh mandat sebagai penjamin emisi untuk rencana IPO perusahaan AI Anthropic dan OpenAI, yang diperkirakan menjadi salah satu katalis utama pasar modal dalam beberapa tahun mendatang.
CEO Morgan Stanley Ted Pick mengatakan kebutuhan pendanaan sektor AI melalui instrumen utang maupun ekuitas masih akan terus meningkat.
Menurutnya, meskipun tidak semua investasi AI akan berhasil, prospek industri tersebut tetap sangat besar.
“Akan ada hambatan serta keterbatasan terkait teknologi dan daya, namun saya rasa kita bisa sepa… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Kamis, 16 Juli 2026 12:20:00 WIB*