Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren diversifikasi bisnis yang dilakukan emiten-emiten pertambangan batubara ke sektor energi bersih tampaknya terus berlanjut. Sebagian emiten tersebut bahkan turut melepas salah satu asetnya agar bisa fokus pada segmen usaha baru.
Terbaru, PT Indika Energy Tbk (INDY) diisukan sedang mempertimbangkan untuk menjual anak usaha di bidang pertambangan batubara, yaitu PT Kideco Jaya Agung. Dilansir dari Bloomberg, nilai valuasi Kideco diperkirakan mencapai lebih dari US$ 1 miliar atau setara kurang lebih Rp 18,1 triliun.
Sumber Bloomberg menyebut, proses pembahasan divestasi sedang berlangsung dan INDY dapat memilih untuk mempertahankan Kideco. Sejauh ini, pihak INDY dan Kideco belum mengomentari isu tersebut.
INDY sendiri menjadi salah satu emiten pertambangan batubara yang getol melakukan diversifikasi bisnis, terutama ke sektor energi bersih. Misalnya melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik secara terintegrasi yang mencakup sepeda motor listrik merek ALVA, kendaraan listrik komersial berbasis fleet as a service melalui Kalista, serta distributor bus listrik dan armada truk listrik untuk sektor tambang lewat INVI.
Baca Juga: Austindo Nusantara (ANJT) Realisasikan 73,5% Capex 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya
Di luar energi hijau, INDY juga gencar mengembangkan Proyek Tambang Emas Awak Mas yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada awal 2027.
Selain INDY, ada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang juga aktif berekspansi ke sektor energi baru terbarukan (EBT) melalui pengembangan tiga proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Cipanas dan Cisolok (Jawa Barat) serta Nage (Nusa Tenggara Timur) dengan total kapasitas hingga 140 megawatt (MW) dan target operasional pada 2029.
DSSA melalui perusahaan patungan juga telah membangun pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1–2 gigawatt peak (GWp) per tahun di Jawa Tengah.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turut aktif melakukan ekspansi ke sektor EBT melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga air dan surya serta mengembangkan hilirisasi mineral. ADRO pun telah melakukan pemisahan (spin-off) bisnis batubara termal yang kini dikelola PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Ada pula PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang telah melepas aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada 2025 dan kini fokus memperkuat segmen energi hijau.
Dalam hal ini, beberapa waktu lalu TOBA telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTMH) di Lampung de… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Kamis, 16 Juli 2026 20:23:59 WIB*