PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, salah satu bank terkemuka di Indonesia, telah resmi melanjutkan akuisisi portofolio kredit pensiun dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN). Aksi ini merupakan bagian penting dalam strategi BTN untuk memperluas ekosistem bisnisnya di luar pembiayaan perumahan dan menjadi langkah berikutnya dalam ekspansi yang lebih besar, sesuai dengan rencana usaha yang diperkenalkan oleh Direktur Utama Nixon LP Napitupulu. Menurut Nixon, proses akuisisi tahap kedua BTN akan dilaksanakan pada awal Agustus 2026 dan diperkirakan akan menghasilkan pertumbuhan nasabah sebesar 344.600 individu, memberikan yield rata-rata yang lumayan baik dengan RWA sekitar 50%. Selain itu, akuisisi ini juga membuka peluang cross selling berbagai produk BTN, termasuk Bale by BTN, payroll funding, dan layanan perbankan lainnya. Melalui strategi pertumbuhan anorganik tersebut, BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan meningkat secara bertahap hingga sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan, sehingga struktur bisnis perseroan menjadi semakin seimbang, resilien, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan kata lain, BTN memperkuat komposisi portofolio kredit non-perumahan BTN sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang tetap terjaga.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BBTN, BTPN
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 16 Juli 2026 19:20:52 WIB*