Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Euforia saham penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) mulai menunjukkan wajah yang berbeda saat ini, setelah kurang atau lebih sepekan melantai di pasar modal domestik.
Dari enam perusahaan yang mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada emiten yang masih melesat hingga 41 persen dari harga IPO, tetapi ada pula yang mulai tertekan dan terkoreksi seiring derasnya aksi ambil untung investor.
Keenam emiten tersebut terdiri atas PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).
Baca juga: Abadi Lestari (RLCO) Gunakan Rp 57,74 Miliar Dana IPO untuk Beli Bahan Baku
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Ilustrasi IHSG
Berdasarkan data BEI yang dihimpun Kompas.com per Rabu (15/7/2026), JELI menjadi saham yang mengalami tekanan paling besar hingga sesi satu perdagangan Selasa siang ini.
Saham produsen minuman dengan merek INACO itu ditutup melemah 7,37 persen ke level Rp 1.005, setelah sempat mencapai harga tertinggi Rp 1.135.
Meski demikian, secara tahun berjalan (YTD) atau sejak go publik di pasar per 7 Juli 2026, saham ini masih mencatat kenaikan 11,67 persen dibanding harga awal pencatatan.
Untuk diketahui, JELI menguat maksimal 25 persen ke area Rp 1.125 dari harga IPO Rp 900 per saham.
Baca juga: Laba JPMorgan Pecahkan Rekor, IPO SpaceX dan Trading Saham Jadi Penopang
Saham ini juga bergerak tanpa koreksi dengan posisi open, high, low, dan close sama di posisi Rp 1.125.
Adapun, saham JECX bergerak lebih stabil.
Emiten sektor kesehatan tersebut ditutup menguat tipis 0,75 persen ke area Rp 1.335 saat penutupan sesi satu perdagangan siang ini.
PEXELS/ROMULO QUEIROZ Ilustrasi saham, pasar saham, bursa saham.
Kendati, masih terkoreksi 31,54 persen dalam sepekan, secara YTD saham JECX masih membukukan kenaikan 6,80 persen.
Baca juga: BEI Beberkan Strategi Tarik Lebih Banyak Perusahaan IPO dan Investor ke Bursa
JECX melantai di bursa pada 7 Juli tahun ini, saat itu emiten operator jaringan rumah sakit dan klinik mata JEC Eye Hospitals & Clinics melesat 24,80 persen ke posisi Rp 1.560 dari harga IPO, yakni Rp 1.250 per saham.
Saat pembukaan perdagangan, saham JECX langsung terkunci ARA, Rp 1.560.
Saham perusahaan distributor alat kesehatan itu naik 0,43 persen ke posisi Rp 472.
Baca juga: BEI Catat Tujuh IPO hingga Juli 2026, Empat Emiten Masih… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 15 Juli 2026 14:08:00 WIB*