Pada Rabu, 1 Juli 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan penambahan emiten baru ke dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC), mengikuti perubahan metodologi penghitungan saham yang dilakukan oleh BEI. Dalam daftar terbaru, terdapat sejumlah emiten milik konglomerat yang masuk dalam kategori HSC, termasuk saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dari konglomerasi Grup Sinar Mas dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi 95,76% dan 99,96%, masing-masing. Kepala Direktori Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa penambahan saham ke dalam kategori HSC ini dilakukan setelah pihaknya menambahkan kriteria price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun sebagai salah satu metodologi perhitungan. Kemudian, emiten milik konglomerat Low Tuck Kwong dan Anthoni Salim juga masuk dalam kategori HSC. Selanjutnya, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menambahkan bahwa penambahan ini dapat mempengaruhi dinamika pasar dan perlu dipantau lebih dulu oleh pihak terkait.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 15 Juli 2026 11:01:23 WIB*