Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Ruang penguatan pasar masih akan bergantung pada arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), stabilitas makro, serta derasnya arus modal asing.
JAKARTA, KOMPAS – Keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil direspons positif oleh pelaku pasar keuangan. Pengumuman ini dinilai sebagai angin segar di tengah tingginya ketidakpastian global, sekaligus membawa dampak signifikan bagi pergerakan pasar saham dan surat utang domestik.
S&P Global mengumumkan pada Senin (13/7/2026) bahwa mereka memproyeksikan penilaian peringkat kredit Indonesia akan stabil. Ini didukung oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap stabil di kisaran 5 persen, dengan proyeksi sebesar 5,1 persen pada 2026.
Angka ini didukung oleh masih kuatnya permintaan domestik dan konsumsi rumah tangga, meskipun ada potensi sedikit melambat akibat ketatnya kebijakan suku bunga domestik dan gejolak global yang tak kunjung usai.
Proyeksi dari S&P tersebut terhitung moderat dibandingkan dengan lembaga internasional lainnya, seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) yang mematok angka 5,2 persen, serta Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang berada di kisaran 5,0 persen.
Pilarmas Investindo Sekuritas, dalam laporannya pada Selasa (14/7/2026), menilai bahwa penilaian positif dari S&P dapat menjadi katalis yang kuat bagi sentimen pasar obligasi dan saham di Indonesia. Kondisi ini dinilai mampu menekan biaya pendanaan (cost of fund), baik untuk sektor pemerintah maupun korporasi.
“Minat investor asing diperkirakan akan tetap terjaga berkat tingginya kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter pemerintah,” kata mereka.
Kabar ini pun langsung berpengaruh positif pada pasar saham. Jelang penutupan perdagangan Senin (13/7/2026), bersamaan dengan keluarnya rilis S&P, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melonjak 1,92 persen ke level 6.037 dengan nilai transaksi Rp 12 triliun.
Pada hari ini, Selasa, IHSG dibuka di level 6.057 dengan pergerakan positif sampai pukul 10.30 WIB mendekati 6.100. Pilarmas Investindo Sekuritas pun memproyeksikan IHSG hari ini berpotensi bergerak di rentang 6.000-6.220.
Bagi pasar keuangan, penilaian ini berdampak positif, khususnya untuk sektor yang berorientasi domestik seperti perbankan, konsumer, dan infrastruktur.
Akan tetapi, mereka menambahkan bahwa ruang penguatan pasar masih akan bergantung pada arah kebijakan suku bunga Bank Indo… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Selasa, 14 Juli 2026 11:22:00 WIB*