JELI Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Sebesar 26% pada Tahun 2026 dengan Rasio Dividen hingga 30%

Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman penutup yang memiliki merek INACO, mengalami koreksi pada perdagangan Senin. Namun, harga saham JELI masih berada di atas harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp900 per saham, mencerminkan dinamika pasar yang wajar setelah reli kuat dalam beberapa hari pertama pencatatan saham.

Perseroan tetap berfokus pada penguatan fundamental dan pelaksanaan strategi pertumbuhan jangka panjang. Salah satu komitmen yang telah disampaikan adalah rencana pembagian dividen tunai mulai dari laba tahun buku 2026, dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib.

Dengan asumsi laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp39,03 miliar, potensi dividen yang dapat dibagikan mencapai sekitar Rp9,25 per saham atau setara dengan dividend yield sekitar 0,73% pada harga saham JELI saat ini di level Rp1.275. Dengan asumsi pertumbuhan laba perseroan sejalan dengan target 26%, laba bersih Perseroan berpotensi meningkat menjadi sekitar Rp49,17 miliar dengan EPS sekitar Rp38,84 per saham.

Pada level harga tersebut, valuasi Perseroan akan berada pada kisaran PER sekitar 32,8 kali. JELI menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 26% pada tahun 2026 melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan produk baru. Ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memperkuat posisi di pasar dalam jangka panjang.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** JELI
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Selasa, 14 Juli 2026 11:56:00 WIB*