Chandra Daya Investasi Laporkan Realisasi Penggunaan Dana IPO Rp1,84 Triliun

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga posisi 30 Juni 2026 dengan total penyerapan mencapai Rp1,84 triliun. Dilansir dari Investor Daily, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut sebelumnya meraup hasil bersih IPO sebesar Rp2,35 triliun setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp19,42 miliar dari total perolehan kotor Rp2,37 triliun sejak tanggal efektif pada 9 Juli 2025. Sekretaris Perusahaan CDIA, Merly menjelaskan bahwa sisa dana hasil penawaran umum kini tercatat sebesar Rp511,04 miliar.

“Sisa dana Rp 511,04 miliar,” ungkap Merly.

Sisa perolehan dana tersebut disimpan pada lembaga perbankan luar negeri yang beroperasi di Indonesia untuk memaksimalkan nilai imbal hasil sebelum digunakan sesuai peruntukan. “Sisa dana tersebut ditempatkan di rekening giro pada Bank DBS Indonesia dengan tingkat bunga 4,16%,” sambung Merly.

Berdasarkan rincian penggunaan, CDIA telah menyalurkan modal kepada anak usaha, yaitu CSI dan MIM sebesar Rp871,75 miliar, yang seluruhnya berjalan sesuai dengan prospektus awal perseroan. Selain itu, anak usaha lain juga mendapatkan kucuran dana untuk mendukung rencana ekspansi dan operasional.

“Permintaan energi diperkirakan tetap tinggi dalam tiga tahun ke depan, didukung oleh rencana beroperasinya pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik TPIA pada 2027F,” sebut riset BCA Sekuritas. Pihak analis menilai CDIA memiliki potensi pertumbuhan yang solid, baik secara organik maupun melalui strategi penggabungan usaha dan penambahan armada logistik. “Melihat pipeline pertumbuhan yang dimiliki saat ini, kami menilai CDIA menggunakan dua pendekatan valuasi, yaitu Discounted Cash Flow (DCF) dan Dividend Discount Model (DDM),” beber BCA Sekuritas.

Melalui analisis tersebut, nilai wajar saham CDIA diproyeksikan berada pada rentang Rp810 hingga Rp815 per lembar saham, sementara harga saham perseroan pada penutupan perdagangan Senin, 13 Juli 2026 berada di level Rp635.

*Tanggal Source Berita: Selasa, 14 Juli 2026 07:09:22 WIB*