Pada Rabu, 1 Juli 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) memperbarui daftar saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Data ini menunjukkan bahwa sejumlah emiten milik grup konglomerat besar di Tanah Air telah mencapai tingkat kepemilikan saham ekstrem oleh pihak tertentu. Dikutip dari berbagai sumber, terdapat 50 emiten yang masuk dalam HSC, termasuk entitas milik grup konglomerat seperti Grup Salim, Sinar Mas, Lippo, dan Djarum.
Dalam daftar tersebut, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) diidentifikasi sebagai induk investasi Grup Salim dalam sektor ritel. Ini termasuk perusahaan yang menawarkan merek seperti Indomaret, KFC/FAST, dan Sari Roti (ROTI). Daftar ini juga mencakup PT DCI Indonesia Tbk (DCII), pusat data yang dibangun oleh Anthoni Salim bersama Toto Sugiri. Selanjutnya, Bank Ina Perdana Tbk (BINA) merupakan perbankan Grup Salim.
Untuk Grup Sinar Mas, ditemukan emiten seperti PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), yang menjadi pilar bisnis kelapa sawit dan minyak goreng. Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) adalah perusahaan energi dan teknologi yang juga milik Grup Sinar Mas. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) merupakan anak usaha dari DSSA yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
Untuk Lippo, terdapat emiten seperti PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), pusat teknologi dan integrator sistem milik Grup Lippo. Sedangkan SILO adalah jaringan rumah sakit swasta terbesar yang dimiliki oleh Grup Lippo. Untuk Grup Djarum, entitas Grup tersebut termasuk Blibli.com, Tiket.com, dan Ranch Market (RANC), di bawah kendali PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Bank digital BBSI, sebelumnya disebut sebagai Bank Bisnis Internasional, dikendalikan oleh Grup Djarum.
Beberapa poin penting dalam daftar HSC ini adalah konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi dan potensi pengaruh besar atas perusahaan-perusahaan tersebut. Ini memerlukan perhatian eksekutif dan regulator untuk mencegah kemungkinan kebijakan bisnis yang tidak adil atau menghambat persaingan di pasar. Klasifikasi ini juga memberikan wawasan tentang struktur kepemilikan saham dan potensi kontrol atas perusahaan-perusahaan tersebut oleh pihak tertentu.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 15 Juli 2026 04:55:00 WIB*