Setelah berbalik arah dalam perdagangan sebelumnya, Wall Street kembali menguat pada Senin (6/7/2026), dengan IHSG juga meningkat sekitar 0,65% menjadi level 6.171,38 setelah awalnya turun hingga 6.002,20 dalam sesi pertama. Volume perdagangan mencapai 12,23 miliar dengan nilai transaksi Rp 6,73 triliun dan total frekuensi sekitar 500.000.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini menunjukkan pergerakan positif setelah berbalik arah pada perdagangan pekan lalu. Dampak ini dipicu oleh anjloknya saham sektor teknologi di Wall Street, yang turun 138,31 poin atau sekitar 0,26 persen menjadi 52.498,7 Indeks Dow Jones dan 59,92 poin atau sekitar 0,79 persen untuk Indeks S&P 500.
Indeks Nasdaq turun 408,43 poin atau sekitar 1,55 persen menjadi 25.873,18. Saham teknologi seperti SanDisk, Marvell Technology, dan Intel terjun antara 6,1 persen sampai 12,6 persen. Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS.
Indeks Philadelphia SE Semiconductor anjlok 4,78 persen setelah sempat meroket 12 persen dalam debutnya di Wall Street pekan lalu. Hal ini disusul oleh langkah-langkah yang akan diambil The Fed untuk mengendalikan inflasi, termasuk meningkatkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun.
Indeks sektor teknologi juga mengalami penurunan tertajam dengan anjloknya saham sektor ini. Indeks sektor energi mencatat lonjakan harga minyak dunia, memacu kenaikan indeks tersebut.
Wall Street ini masih mendapatkan perhatian karena ketegangan di Timur Tengah yang mengalami peningkatan. Ketegangan ini juga didukung oleh pidato Chair Federal Reserve Kevin Warsh dalam dua hari berikutnya.
Dengan demikian, perdagangan saham pada Senin (6/7/2026) menunjukkan pergerakan positif setelah berbalik arah sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa penurunan sektor teknologi masih mempengaruhi performa Wall Street secara keseluruhan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Selasa, 14 Juli 2026 06:17:00 WIB*