PT Olympus Strategic Indonesia Tbk., atau lebih dikenal dengan nama NATO, telah menutup sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp127,7 miliar. Dalam Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham yang dirilis pada awal Juli 2026, direksi perseroan mencatat total dana bersih yang diperoleh dari aksi IPO sebesar Rp206 miliar, setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp6 miliar.
Dana ini digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis entitas anak. Perseroan telah menyalurkan pinjaman kepada PT Mitre Gisha Tangguhperkasa sebesar Rp40 miliar untuk membeli tanah, memberikan pinjaman sebesar Rp20 miliar kepada PT FTMD, dan menyediakan modal kerja sebanyak Rp12,3 miliar untuk PT Inden. Manajemen juga menempatkan sisa dana tersebut pada rekening giro di Bank CIMB Niaga dengan tingkat suku bunga 1,5% per tahun.
Direktur Perseroan Gede Putu Adnawa menyampaikan bahwa deviasi penyerapan anggaran masih sesuai target awal. Dengan realisasi ini, perseroan kini masih mengantongi sisa dana IPO yang cukup besar, mencapai 63,86%. Dana tersebut telah digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis entitas anak dan investasi dalam jangka panjang. Keputusan penempatan ini juga merupakan bentuk perhatian manajemen terhadap transparansi dan kepatuhan regulasi setelah melantai di pasar modal.
Pertumbuhan industri game dan media hiburan yang dinamis, serta pertumbuhan ekonomi regional Asia Pasifik yang pesat, telah mempengaruhi keputusan ini. Sisa dana IPO masih menjadi sumber investasi penting bagi perseroan dalam menjalankan strategi pengembangan jangka panjang dan mendukung bisnis anaknya.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** Olympus Strategic Indonesia Tbk.
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 22:31:00 WIB*